Pramono Siapkan Rp249 Miliar untuk Perbaikan Sekolah

  • 24 Jul 2026 21:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran Rp249 miliar untuk merehabilitasi tujuh sekolah dari total 22 sekolah yang direncanakan dibangun pada 2026.
  • Empat sekolah menjadi prioritas pembangunan, yakni SDN Kebayoran Lama Selatan 09, SDN Cempaka Putih Barat 03, SDN Papanggo 01, dan TKN Papanggo 01 karena kondisinya dinilai paling memprihatinkan.
  • Proyek rehabilitasi akan diawasi tim teknis bersama Citata dan Bina Marga, sementara SDN Kebayoran Lama Selatan 09 diketahui roboh akibat faktor usia bangunan yang berdiri sejak 1974.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan sejumlah sekolah akan menjalani rehabilitasi pada tahun 2026. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp249 miliar untuk pembangunan tersebut.

Dari total 22 sekolah yang sebelumnya masuk rencana pembangunan tahun ini, hanya tujuh sekolah mendapat alokasi anggaran. Ia menjelaskan keputusan tersebut dipengaruhi adanya penyesuaian anggaran akibat pemotongan dana bagi hasil dan efisiensi.

"Awalnya 22 sekolah yang direncanakan untuk dibangun pada tahun ini, tetapi anggaran yang tersedia hanya mencakup tujuh sekolah. Kami tetap memprioritaskan sekolah dengan kondisi paling membutuhkan agar pembangunan bisa segera berjalan," ucapnya dalam keterangan resmi yang diterima RRI, Jumat, 24 Juli 2026.

Ia mengatakan empat sekolah dipilih untuk mendapat pengerjaan lebih cepat karena kondisinya dinilai paling mendesak. Diantaranya, SDN Kebayoran Lama Selatan 09, SDN Cempaka Putih Barat 03, SDN Papanggo 01, serta TKN Papanggo 01.

"Empat sekolah ini harus segera dibangun kembali karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Kami ingin memastikan para siswa mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak digunakan," ujarnya.

Selain empat sekolah, terdapat SMA Negeri 102 Jakarta yang juga masuk daftar pembangunan dengan dukungan anggaran pemerintah daerah. Total biaya untuk seluruh proyek rehabilitasi sekolah prioritas tersebut mencapai sekitar Rp249 miliar.

Rincian anggaran: SDN Kebayoran Lama Selatan 09 sebesar Rp48,1 miliar dan SMA Negeri 102 Jakarta senilai Rp67,5 miliar. SDN Cempaka Putih Barat 03 mendapat Rp48,4 miliar serta SDN Papanggo 01 dan TKN Papanggo 01 sebesar Rp74,1 miliar.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan proses pembangunan akan diawasi secara ketat agar berjalan sesuai rencana. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat bekerja profesional dalam menjalankan proyek rehabilitasi sekolah tersebut.

"Kami akan menunjuk tim teknis yang bertanggung jawab mengawasi pembangunan sekolah ini. Saya ingin pekerjaan dilakukan secara serius agar hasilnya berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, sejumlah perangkat daerah akan dilibatkan dalam pengawasan proyek pembangunan sekolah. Dinas terkait seperti Citata dan Bina Marga akan membantu memastikan proses pembangunan berjalan optimal hingga selesai.

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengungkap penyebab robohnya bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09. Menurutnya, bangunan sekolah berdiri sejak 1974 sehingga ambruk karena faktor usia dan struktur utamanya tak pernah diperbarui.

"Penyebabnya tentu karena sekolah ini dibangun sejak tahun 1974. Kemudian sempat ada beberapa kali renovasi tetapi tidak mengubah struktur," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....