Mendikdasmen Pastikan Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah Tak Ganggu MPLS

  • 14 Jul 2026 13:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti memastikan peserta didik tetap aman dan dapat melanjutkan MPLS 2026 tanpa rasa takut meskipun terjadi ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi.
  • Hasil investigasi kepolisian menunjukkan ancaman bom tidak terbukti, hanya aksi iseng, dan pelakunya sudah teridentifikasi oleh aparat kepolisian.
  • MPLS dirancang dengan pendekatan humanis dan inklusif untuk membangun motivasi belajar dan kepercayaan diri peserta didik sejak hari pertama sekolah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan ancaman bom saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 tidak mengganggu pembelajaran. Sebelumnya, SDN Srengseng Sawah 15 Pagi mendapat ancamam teror bom saat hari pertama MPLS 2026, Senin, 13 Juli 2026.

Mendikdasmen pun langsung meninjau sekolah untuk memastikan kondisi peserta didik tetap aman. Di sana, Abdul Mu’ti bertemu murid, guru, dan Kepala Dinas Pendidikan usai kejadian tersebut.

Menurutnya, peserta didik tetap mengikuti seluruh rangkaian MPLS tanpa rasa takut. Orang tua dan guru juga tetap memberikan dukungan selama kegiatan berlangsung.

“Hasil investigasi kepolisian menunjukkan ancaman bom itu tidak terbukti dan pelakunya sudah teridentifikasi. Kami melihat langsung anak-anak tetap mengikuti MPLS dengan gembira tanpa rasa takut,” kata Mu’ti usai acara Pelepasan delegasi Indonesia ke ajang Internasional Tahun 2026 di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.

Mendikdasmen menegaskan MPLS dirancang menjadi awal pendidikan yang menyenangkan bagi peserta didik baru. Menurutnya, pendekatan humanis dan inklusif menjadi dasar pelaksanaan MPLS tahun ini.

“Ini arah kebijakan kami untuk menjadikan MPLS sebagai awal mereka memasuki jenjang pendidikan yang baru dengan penuh motivasi, dengan penuh semangat dan penuh kegembiraan. Karena pendekatan kami adalah pendekatan yang humanis dan inklusif,” ujarnya

Ia mengatakan, suasana positif penting untuk membangun motivasi belajar sejak hari pertama sekolah. Kepercayaan diri murid diharapkan tumbuh melalui pengalaman belajar yang aman.

Adapun hasil investigasi kepolisian, lanjut Mu’ti menyatakan ancaman tersebut tidak terbukti dan diduga hanya aksi iseng. Pelaku ancaman telah teridentifikasi dan kini masih didalami aparat kepolisian.

“Kemarin sempat ada ya sedikit peristiwa ancaman bom yang ternyata setelah dilakukan investigasi oleh kepolisian itu hanya ya iseng sajalah begitu. Jadi tidak terbukti dan juga sudah diidentifikasi pelakunya,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....