BSPS Hadirkan Hunian Layak bagi Warga Kalianyar Jakarta Barat

  • 23 Jul 2026 15:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) memberikan hunian yang lebih layak bagi warga Kelurahan Kalianyar, Jakarta Barat
  • Sebanyak 20 rumah menerima bantuan BSPS tahap I dan 10 rumah memperoleh bantuan pada tahap II selama 2026
  • Kementerian PKP menegaskan BSPS merupakan bantuan stimulan untuk mendorong masyarakat memperbaiki rumah secara swadaya

RRI.CO.ID, Jakarta – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah memberikan harapan baru bagi warga Kelurahan Kalianyar, Jakarta Barat. Penerima bantuan kini dapat menempati rumah yang lebih layak setelah sebelumnya menghadapi kebocoran saat hujan.

Pada pelaksanaan BSPS tahun 2026, sebanyak 20 rumah di Kelurahan Kalianyar menerima bantuan pada tahap I. Sementara itu, sebanyak 10 rumah lainnya memperoleh bantuan pada tahap II untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

Salah seorang penerima bantuan, Nuriah, mengatakan rumah peninggalan orang tuanya sebelumnya mengalami kebocoran parah setiap kali hujan turun. Selama proses renovasi berlangsung, ia bersama keluarganya harus mengontrak rumah sekitar satu bulan setengah.

"Kalau hujan banjir gitu ya, rembes, terus bocor sana sini kan. Alhamdulillah sekarang udah diperbaiki," kata Nuriah di Kalianyar, Jakarta Barat, Kamis, 23 Juli 2026.

Nuriah mengaku sempat ragu mengikuti program tersebut karena khawatir kemampuan swadayanya tidak mencukupi. Namun, ia tetap berupaya melengkapi kebutuhan pembangunan hingga rumahnya selesai diperbaiki.

Penerima bantuan lainnya, Alin, mengatakan rumahnya sebelumnya mengalami kebocoran hampir di seluruh bagian bangunan saat hujan turun. Ia mengaku proses pengajuan bantuan berjalan mudah hingga rumah yang dihuni tiga kepala keluarga akhirnya diperbaiki.

"Emang kalau dulu emang pada bocor semuanya. Makanya alhamdulillah ada orang bantu, dari bapak Presiden Prabowo ya," ucap Alin yang sehari-harinya bekerja sebagai petugas kebersihan.

Sementara itu, pihak Kementerian PKP mengatakan BSPS bertujuan meningkatkan keswadayaan masyarakat dalam memperbaiki maupun membangun rumah secara mandiri. Menurutnya, bantuan tersebut bersifat stimulan agar masyarakat turut berpartisipasi mewujudkan hunian yang lebih layak.

“Bantuan ini sifatnya stimulan, nilainya mungkin terbatas, tetapi kita harapkan masyarakat juga dimotivasi untuk bertanggung jawab terhadap rumahnya sendiri. Karena BSPS ini hadir ya, melihat masyarakat yang sebagian besar itu membangun rumahnya secara swadaya,” ucap Sekretaris Direktorat Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Musrifah.

Musrifah menjelaskan nilai BSPS di DKI Jakarta sebesar Rp20 juta untuk setiap penerima bantuan. Bantuan tersebut terdiri atas Rp17,5 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp2,5 juta bagi pembayaran upah tenaga kerja.

Sebagai informasi, di DKI Jakarta, alokasi BSPS tahun ini mencapai 10.300 unit yang tersebar di lima wilayah administrasi. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 158 unit rumah penerima bantuan pada tahun sebelumnya.

Khusus di Jakarta Barat, Kementerian PKP mencatat terdapat 262.133 rumah tangga yang masih menghuni rumah tidak layak huni. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di DKI Jakarta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....