Usai Libur Sekolah, MBG Kembali Mengisi Hari-Hari Belajar Siswa di Yogyakarta
- 23 Jul 2026 12:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta kembali menjalankan Program Makan Bergizi Gratis sejak 21 Juli dengan sistem penerima berdasarkan kesediaan siswa.
- Sekolah menerapkan mekanisme baru setelah mengevaluasi masih adanya makanan yang tersisa pada pelaksanaan MBG sebelum libur sekolah.
- Sebanyak 550 dari sekitar 600 siswa memilih tetap menerima MBG, sementara sekolah menerapkan sistem kartu untuk mendukung distribusi dan tanggung jawab pengembalian wadah makanan.
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan setelah libur sekolah di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Sekolah mulai menerima distribusi MBG sejak Selasa, 21 Juli 2026.
Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana Prasarana, Diah Wulandari, menjelaskan penundaan dilakukan karena bertepatan dengan kegiatan MPLS di minggu pertama sekolah. Menurutnya, sekolah baru siap menjalankan program setelah kegiatan belajar mengajar kembali rutin digelar.
"Kami menerima MBG mulai 21 Juli 2026. Ini karena sebelumnya masih ada MPLS dan berbagai kegiatan sekolah," ujar Diah, Rabu, 22 Juli 2026.
Tahun ajaran baru, menurut Diah, menghadirkan mekanisme berbeda dalam pendataan penerima MBG di sekolah tersebut. Kini hanya siswa yang bersedia menerima makanan bergizi yang didaftarkan sebagai penerima.
"Kami membuat formulir sejak awal tahun. Jadi hanya siswa yang mau menerima yang kami hitung," katanya.
Langkah itu diambil berdasarkan evaluasi pelaksanaan program sebelum libur sekolah. Pada periode sebelumnya, menurut Diah, masih ditemukan makanan yang tidak dihabiskan oleh sebagian siswa.
"Kami belajar dari pengalaman tahun lalu. Supaya tidak ada sisa makanan lagi," ucap Diah.
Dari sekitar 600 siswa, sebanyak 550 siswa menyatakan bersedia menerima MBG tahun ini. Data tersebut kemudian disampaikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyesuaikan jumlah distribusi.
Menurut Diah, menu makanan yang diterima belum mengalami perubahan dibandingkan sebelum libur sekolah. Sekolah juga menerima daftar menu mingguan dari penyedia makanan.
Sekolah juga membuka ruang bagi siswa untuk menyampaikan masukan kepada penyedia makanan. Berbagai usulan menu disampaikan langsung melalui media sosial Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Untuk mendukung distribusi, sekolah menerapkan sistem kartu bagi setiap penerima MBG. Kartu ditukar saat pengambilan makanan dan dikembalikan setelah wadah diserahkan kembali.
"Kami ingin mendidik anak-anak bertanggung jawab terhadap wadah makan yang mereka gunakan," kata Diah.
Sebelumnya, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional dan Kemendikdasmen mengubah skema penerima MBG. Program kini diprioritaskan bagi siswa kurang mampu, wilayah 3T, balita, serta ibu hamil dan menyusui.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan perubahan dilakukan agar anggaran negara lebih tepat sasaran. Kebijakan tersebut diharapkan membuat penyaluran MBG lebih efektif dan menjangkau kelompok yang paling membutuhkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....