BPBD Bantul Perkuat Penanganan Bencana Kekeringan
- 22 Jul 2026 22:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BPBD Bantul telah mendistribusikan 250 ribu liter air bersih untuk warga terdampak kekeringan di lima kapanewon.
- Pemerintah Kabupaten Bantul menetapkan status siaga darurat kekeringan hingga 25 September 2026 dan mengaktifkan posko lintas instansi.
- BPBD Bantul mengimbau masyarakat menghemat air serta melarang pembakaran lahan guna mencegah kebakaran selama musim kemarau.
RRI.CO.ID, Bantul - Pemerintah Kabupaten Bantul terus meningkatkan penanganan kekeringan yang mulai dirasakan warga sejak pertengahan Juni 2026. Langkah ini mengikuti prediksi musim kemarau dari BMKG.
Terkait hal ini, Pemerintah Kabupaten Bantul menetapkan status siaga darurat kekeringan melalui Surat Keputusan Nomor 263 Tahun 2026. BPBD juga membentuk posko lintas instansi untuk memperkuat koordinasi penanganan.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Imron, dalam perbincangan di Program Kentongan Pro 3 RRI, mengatakan kekeringan menjadi dampak paling signifikan saat ini. "Kami sudah menerbitkan status siaga darurat dan membentuk posko lintas instansi untuk koordinasi penanganan," ujarnya, Rabu, 22 Juli 2026.
Menurutnya, BPBD telah mendistribusikan sekitar 250 ribu liter air melalui 50 tangki. Bantuan diprioritaskan bagi wilayah dengan sumber mata air yang telah mengering.
Wilayah Pajangan menerima sekitar 95 ribu liter air bersih. Dlingo memperoleh 85 ribu liter, sedangkan Imogiri menerima sekitar 25 ribu liter.
"Distribusi kami prioritaskan untuk lokasi yang sumber mata airnya sudah benar-benar mengering," kata Mujahid. BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan memantau perkembangan kondisi setiap wilayah.
Selain kekeringan, BPBD mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran lahan selama musim kemarau. Hingga kini, beberapa kejadian kebakaran telah berhasil ditangani petugas.
BPBD menyiapkan tujuh mobil pemadam kebakaran dengan sekitar 110 personel siaga. Petugas, lanjutnya, disebar di tujuh pos sektor untuk mempercepat respons darurat.
"Target kami, laporan kebakaran dapat ditangani dengan waktu respons sekitar 15 menit," ucap Mujahid. Armada pemadam, menurutnya, telah diservis sejak awal tahun, sehingga siap menghadapi medan sulit.
BPBD juga memetakan wilayah rawan kekeringan berdasarkan pengalaman musim kemarau 2023. Pembangunan sejumlah jaringan Pamsimas baru dinilai membantu mengurangi titik terdampak.
Mujahid mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air selama musim kemarau berlangsung. Warga juga diminta segera melapor jika sumber air mulai mengering.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....