BPJS Ketenagakerjaan Gencarkan Pelatihan Usaha Bagi Ahli Waris Jaminan Sosial
- 21 Jul 2026 22:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat meluncurkan Program Kemandirian Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) untuk memberdayakan ahli waris peserta yang mengalami kehilangan.
- Program PEKA menyediakan pelatihan dan keterampilan kepada ahli waris peserta BPJS yang meninggal dunia atau mengalami kecelakaan kerja.
- BPJS Ketenagakerjaan berkolaborasi dengan tenaga profesional dari Balai Latihan Kerja (BLK) dalam memberikan pelatihan berkualitas kepada para ahli waris.
RRI.CO.ID, Kota Bekasi- Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat tengah menggencarkan program Kemandirian Ekonomi dan Kemandirian (PEKA). Program ini ditujukan bagi para ahli waris peserta jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia atau mengalami kecelakaan kerja.
Melalui program ini nantinya para ahli waris akan mendapatkan pelatihan atau keterampilan. Yang akan diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan dengan menggandeng tenaga profesional salah satunya dari Balai Latihan Kerja (BLK).
"Dengan pelatihan tersebut diharapkan nantinya ahli waris memiliki keterampilan untuk bisa membuka usaha. Sehingga harapannya ahli waris ini bisa menggantikan peran pencari nafkah di dalam keluarga," kata Wakil Kepala Wilayah Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Fitriana Sri Puji Rahayu, Selasa, 21 Juli 2026.
Menurutnya, ahli waris yang diberikan pelatihan bisa istri maupun anak. Sedangkan untuk jenis pelatihan yang diberikan beragama sesuai dengan minat dan karakteristik daerah.
"Tergantung nanti ahli waris maunya pelatihan apa. Seperti di Sumedang kemarin kita membuat pelatihan barista dan pengolahan hasil pertanian, biasanya kita sesuaikan dengan karakter daerahnya," katanya.
Ia juga mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan hanya memberikan pelatihan semata. Sebab para ahli waris telah mendapatkan santunan dari klaim jaminan sosial peserta BPJS Ketenagakerjaan yang bisa dimanfaatkan sebagai modal.
"Hanya pelatihan saja yang kita berikan untuk ahli waris. Karena untuk modal para ahli waris sudah mendapatkan santunan yang itu bisa dimanfaatkan sebagai modal," katanya.
Ia mengatakan, untuk saat ini di Jawa Barat sudah ada 200 orang telah mengikuti program pelatihan tersebut. Mengingat program tersebut belum lama berjalan.
"Karena programnya ini kan masih baru, jadi belum banyak. Masih sekitar 200 orang yang sudah kami berikan pelatihan di Jawa Barat," ujarnya, mengakhiri pembicaraan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....