Kebakaran Hutan di Kalimantan Meningkat, Pemerintah Perkuat Mitigasi
- 20 Jul 2026 22:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Luas lahan terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia hingga saat ini mencapai 107.465 hektar selama musim kemarau.
- Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan dampak kebakaran paling luas dengan total 28.680,47 hektar lahan terbakar menurut data resmi Kementerian Kehutanan.
- Kebakaran hutan dan lahan masih menjadi ancaman serius di berbagai wilayah Indonesia, terutama di wilayah Kalimantan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman selama musim kemarau ini di beberapa wilayah Indonesia, terutama Kalimantan. Hingga kini, luas lahan terbakar tercatat sekitar 107.465 hektar, dengan Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan dampak terluas.
“Berdasarkan hasil perhitungan luas lahan terbakar yang dikeluarkan resmi oleh Kementerian Kehutanan. Totalnya di Kalimantan Barat 28.680,47 hektar,” ujar Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Senin, 20 Juli.
“Untuk sementara, menurut perhitungan luas Indonesia, Kalimantan Barat ini masih berada pada peringkat pertama. Dari 30 sekian provinsi di Kalimantan Barat,” ucap Daniel, menambahkan.
Ia menjelaskan luas lahan terbakar tahun ini melampaui beberapa tahun sebelumnya, walaupun 2026 baru memasuki semester pertama. Keadaan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memperkuat langkah mitigasi supaya kebakaran tidak meluas.
Penyebab karhutla, kata Daniel, berasal dari berbagai faktor, seperti membuang puntung rokok sembarangan, hingga kemarau berkepanjangan. Kalimantan juga mempunyai lahan gambut yang mudah terbakar oleh api.
BPBD Kalimantan Barat telah mengerahkan patroli di darat agar mengamati titik panas yang terdeteksi di beberapa daerah. Pemerintah daerah menetapkan status siaga darurat di delapan kabupaten agar usaha mitigasi dan penanganan karhutla dapat dilakukan dengan lebih masif.
Katim Program Direktorat Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Ibnu Athoillah, menjelaskan salah satu mitigasi untuk menekan risiko karhutla. Operasional Modifikasi Cuaca dilakukan, memaksimalkan potensi hujan sebelum puncak kemarau agar lahan tetap basah dan tidak mudah terbakar.
“Untuk menentukan wilayah mana yang butuh OMC biasanya kita lihat dari analisis dinamika atmosfer dan juga potensi hujan di wilayah tersebut. Misalkan kita melihat bagaimana potensi pertumbuhan awan di wilayah-wilayah,” ucap Ibnu.
“Kita sudah memetakkan wilayah yang rawan kebakaran itu biasanya ada tiga provinsi di Sumatera dan tiga provinsi di Kalimantan. Kawasan tersebut bisa menjadi area prioritas untuk penanganan Karhutla,” ujar Ibnu.
Menurut BMKG, penentuan tempat OMC lewat analisis dinamika atmosfer dan potensi perkembangan awan di lokasi rawan Karhutla. Hingga kini, operasi tersebut juga sudah dilaksanakan di Kalimantan Selatan bersama BNPB dan sejumlah pengurus.
Menurut Daniel, kesuksesan penanganan karhutla tidak bisa hanya bergantung kepada pemerintah. Ia mengajak masyarakat agar segera memberitahu kemunculan asap atau titik api kepada BPBD agar penanganan dapat dilakukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....