Kebakaran Hutan Terdeteksi di Rokan Hulu, Tim Gabungan Lakukan Pemadaman

  • 19 Jul 2026 17:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi di Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.
  • Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare.
  • Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengatakan pemadaman dilakukan oleh tim darat dari Daerah Operasi (Daops) Pekanbaru.

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi di Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengatakan pemadaman dilakukan oleh tim darat dari Daerah Operasi (Daops) Pekanbaru. Upaya pemadaman dilakukan bersama helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Status belum padam, personel pemadam dari Daops Pekanbaru, dengan estimasi luasan kurang lebih 10 hektare. Terlaporkan pagi tadi kondisi basah akibat hujan, namun diperlukan penuntasan untuk memastikan tidak ada potensi kembali," kata Ferdian dalam keterangannya di Pekanbaru, Minggu 19 Juli 2026.

Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra Kementerian Kehutanan (Kemenhut) masih melakukan pemadaman karhutla di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Karhutla di wilayah tersebut diperkirakan telah membakar lahan seluas 80 hektare.

Sebanyak tujuh regu Manggala Agni dari Daops Siak, Dumai, dan Pekanbaru dikerahkan untuk menangani kebakaran. Untuk mempercepat mobilisasi, personel Manggala Agni menginap di pondok-pondok rumah warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

"Posisi menginap bergeser ke pondok-pondok rumah warga terdekat dari lokasi, sehingga pergerakan pagi akan lebih cepat. Prinsip kerja kami, bergerak sepagi mungkin karena kendala salah satunya mobilisasi memakan waktu lama," ujar Ferdian.

Menurutnya, pergerakan sejak pagi penting dilakukan karena kecepatan dan arah angin cenderung meningkat serta berubah pada siang hari. Kondisi tersebut menyulitkan proses pemadaman, terlebih api belum sepenuhnya padam meskipun hujan sempat mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (18 Juli 2026) sore.

"Hujan tidak merata. Kondisi lokasi bahan bakar melimpah disertai angin kencang, sehingga pemadam di beberapa titik harus kejar-kejaran dengan api permukaan yang merembet," katanya.

Tiga unit helikopter water bombing juga dikerahkan untuk membantu proses pemadaman. Operasi tersebut turut melibatkan personel TNI-Polri, BPBD, serta masyarakat.

Pemadaman di lokasi itu telah berlangsung sejak Rabu (15 Juli 2026)). Area kebakaran berada di perbatasan Kampung Samsam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

"Vegetasinya pakisan dan semak. Bahan bakaran melimpah, api masih aktif," kata Ferdian.

Tim pemadam terus melakukan penanganan di sejumlah titik. Untuk memastikan api benar-benar padam dan mencegah munculnya kembali titik api.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....