BAZNAS Perkuat Profesionalisme Fundraiser Zakat lewat Forum Nasional
- 18 Jul 2026 05:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat kolaborasi nasional dalam membangun ekosistem fundraiser zakat yang profesional melalui penyelenggaraan BAZNAS Fundraising Forum (BFF) di Bandung, Jawa Barat.
- Kegiatan tersebut diikuti amil zakat dari BAZNAS dan LAZ seluruh Indonesia serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV.
- Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menegaskan penghimpunan zakat harus dilakukan secara profesional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat kolaborasi nasional dalam membangun ekosistem fundraiser zakat yang profesional melalui penyelenggaraan BAZNAS Fundraising Forum (BFF) di Bandung, Jawa Barat. Forum yang digelar pada Rabu, 15 Juli 2026 itu mempertemukan BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk memperkuat kapasitas amil, tata kelola penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), serta meningkatkan kepercayaan publik.
Kegiatan tersebut diikuti amil zakat dari BAZNAS dan LAZ seluruh Indonesia serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV. Hadir dalam forum itu jajaran pimpinan BAZNAS RI, Yayasan Daarut Tauhid, dan para pemangku kepentingan di bidang pengelolaan zakat.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menegaskan penghimpunan zakat harus dilakukan secara profesional dengan mengedepankan pendekatan berbasis ilmu, pelayanan, dan transparansi. Menurutnya, strategi penghimpunan tidak lagi mengandalkan rasa iba, tetapi membangun kesadaran masyarakat tentang manfaat zakat.
"Zakat itu harus dibuat jelas, menarik, dan mudah. Kita tidak bisa sekadar memaksa atau memelas terlebih dahulu dengan mengatasnamakan zakat, infak, dan sedekah," ujar Rizaludin.
Ia menjelaskan, penghimpunan dana ZIS di Indonesia dapat dilakukan melalui pendekatan regulasi dan pendekatan pemasaran yang saling melengkapi. BAZNAS, kata dia, terus mengombinasikan kedua pendekatan tersebut agar muzaki memperoleh pelayanan terbaik sekaligus pengalaman spiritual yang bermakna.
"Kita harus menggunakan ilmu, jangan sekadar mengira-ngira atau mengandalkan belas kasihan dengan cara menjual air mata. Melalui BAZNAS Fundraising Forum, kami ingin menyatukan visi lembaga zakat agar pengelolaan zakat semakin profesional dan dipercaya masyarakat," katanya.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menekankan pentingnya memperkuat literasi zakat, digitalisasi penghimpunan, serta peningkatan kapasitas amil. Menurutnya, sinergi dengan pemerintah, ulama, dan berbagai lembaga juga menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi zakat nasional.
"Selain itu, diperlukan perluasan kolaborasi dengan pemerintah, ulama, dan berbagai lembaga. Peningkatan jumlah serta kapasitas amil profesional dan kolaborasi antarlembaga filantropi juga harus terus diperkuat," ujar Idy.
Dalam kesempatan yang sama, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengingatkan pentingnya membangun kepercayaan muzaki melalui layanan yang jelas, mudah diakses, dan memuaskan. Forum ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola zakat nasional sekaligus mendorong lahirnya ekosistem penghimpunan ZIS yang modern, transparan, dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....