FORMAS Bahas Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Gejolak Global
- 17 Jul 2026 14:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- FORMAS dan Yayasan Tarumanagara menggelar Diskusi Nasional pada 17 Juli 2026 di Universitas Tarumanagara Jakarta untuk membahas ketahanan ekonomi Indonesia menghadapi turbulensi global.
- Ketua Umum FORMAS Yohanes Handojo Budhsedjati menekankan bahwa inflasi dan perlambatan ekonomi menjadi tantangan serius yang membutuhkan solusi berbasis kajian dan rekomendasi dari para ahli.
- Hasil diskusi diharapkan menjadi referensi bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi dan membangun ekosistem ekonomi yang lebih tangguh menghadapi tantangan global yang terus berkembang.
RRI.CO.ID, Jakarta – Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) bersama Yayasan Tarumanagara menggelar Diskusi Nasional di Jakarta, Jumat 17 Juli 2026. Diskusi mengangkat tema Menguji Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Turbulensi Global: Tahan Banting atau Rentan?.
Kegiatan berlangsung di Auditorium Besar Lantai 3 Universitas Tarumanagara Kampus I, Jakarta Barat. Acara mempertemukan akademisi, ekonom, pelaku usaha, dan masyarakat membahas ketahanan ekonomi nasional.
Ketua Umum FORMAS, Yohanes Handojo Budhsedjati, mengatakan diskusi merespons dinamika ekonomi dan geopolitik global. Menurutnya, kondisi tersebut memengaruhi stabilitas serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ia menyebut dunia menghadapi ketidakstabilan dan ketidakpastian ekonomi yang semakin meningkat. Karena itu, forum ilmiah diperlukan untuk menguji daya tahan perekonomian Indonesia menghadapi berbagai tekanan.
Handojo menilai inflasi dan perlambatan ekonomi menjadi tantangan serius bagi berbagai sektor nasional. Kondisi tersebut membutuhkan solusi berbasis kajian serta rekomendasi dari para ahli.
FORMAS berinisiatif membangun forum dialog sebagai ruang bertukar pandangan para ekonom. Hasil pembahasan diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi.
"Para narasumber memiliki keahlian di bidang ekonomi dan menyajikan data objektif," kata Handojo. Ia berharap pandangan mereka menjadi inspirasi sekaligus rekomendasi bagi para pemangku kebijakan.
Menurut Handojo, hasil diskusi diharapkan menjadi referensi membangun ekosistem ekonomi yang lebih tangguh. Upaya tersebut dinilai penting menghadapi tantangan ekonomi global yang terus berkembang.
Ia menegaskan dialog tidak sekadar menjadi forum diskusi biasa. Forum itu diharapkan mendukung stabilitas ekonomi, politik, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Diskusi dibuka Ketua Yayasan Tarumanagara, Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H., sebagai keynote speaker. Ia juga menjabat Wakil Ketua MPPN Kementerian Hukum dan HAM serta Penasehat Ahli BNN.
Narasumber terdiri atas Wijayanto Samirin, Anthony Budiawan, Hendri Saparini, dan Piter Abdullah. Diskusi dipandu Kepala Divisi Pendidikan FORMAS, Indra Charismiadji.
Sekitar 300 peserta menghadiri kegiatan dari berbagai kalangan. Peserta meliputi pengusaha, akademisi, mahasiswa, pelaku UMKM, pegiat ekonomi, dan masyarakat umum.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....