LIGA Pro Minta Insiden Meninggalnya 3 Pekerja Perpipaan Disikapi Objektif

  • 15 Jul 2026 21:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Preseium LIGA Pro Jakarta, Rio A Putra, meminta semua pihak bersikap objektif dalam menyikapi insiden meninggalnya tiga orang pekerja di gorong-gorong proyek perpipaan di Jakarta.
  • Dalam pelaksanaan proyek infrastruktur terdapat pembagian tanggung jawab yang jelas antara pemilik pekerjaan dan perusahaan pelaksana, terutama terkait penerapan PK3.
  • Rio berharap peristiwa tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan terhadap seluruh mitra kerja.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presidium Lintas Generasi Aktivis (LIGA) Pro Jakarta, Rio A Putra, meminta semua pihak bersikap objektif dalam menyikapi insiden meninggalnya tiga orang pekerja di gorong-gorong proyek perpipaan di Jakarta. Ia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya ketiga pekerja tersebut sekaligus berharap seluruh hak para korban dapat dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami menyampaikan rasa duka cita mendalam atas wafatnya ketiga pekerja tersebut. Kita harus ikut memastikan hak-haknya dapat terpenuhi dengan baik," kata Rio di Jakarta, Rabu 15 Juli 2026.

Menurutnya, insiden tersebut tidak serta-merta menjadi tanggung jawab langsung PAM Jaya karena para korban merupakan tenaga kerja dari perusahaan pelaksana proyek, yakni PT Moya Indonesia.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan proyek infrastruktur terdapat pembagian tanggung jawab yang jelas antara pemilik pekerjaan dan perusahaan pelaksana, terutama terkait penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). "Untuk itu, tanggung jawab langsung terhadap penerapan standar keselamatan kerja berada pada perusahaan yang mempekerjakan mereka," ujarnya.

Rio menambahkan, apabila nantinya ditemukan adanya kelalaian dalam penerapan prosedur keselamatan kerja, maka pihak yang pertama kali dimintai pertanggungjawaban adalah perusahaan pelaksana. Hal ini sesuai kontrak kerja dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Meski demikian, ia menilai insiden tersebut tetap harus menjadi bahan evaluasi serius bagi PAM Jaya, khususnya dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap mitra kerja. Menurutnya, PAM Jaya perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PT Moya.

Apabila hasil evaluasi maupun investigasi menemukan pelanggaran terhadap standar operasional dan ketentuan K3, maka sanksi tegas harus diberikan sesuai isi kontrak. Mulai dari peringatan, denda, hingga sanksi lain yang telah diatur dalam perjanjian kerja sama.

Rio juga mengapresiasi langkah PAM Jaya yang menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum dan instansi terkait. Agar penyebab kecelakaan dapat diungkap secara transparan.

Ia menilai langkah tersebut menunjukkan PAM Jaya menghormati proses hukum yang sedang berjalan, bukan menghindari tanggung jawab. "Semua pihak harus menunggu hasil penyelidikan sehingga tanggung jawab dapat ditetapkan secara adil," katanya.

Lebih lanjut, Rio berharap peristiwa tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan terhadap seluruh mitra kerja. Agar penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja benar-benar dijalankan dalam setiap proyek.

"Keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama. Evaluasi terhadap kontraktor wajib dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Namun, penilaian terhadap PAM Jaya juga harus ditempatkan secara proporsional sesuai kewenangan dan tanggung jawabnya," ucap Rio.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo membenarkan adanya insiden yang menewaskan tiga pekerja proyek perpipaan air bersih pada Kamis (9/7). Namun, ia menegaskan peristiwa tersebut terjadi pada pihak subkontraktor pelaksana proyek, bukan di internal PAM Jaya.

"Peristiwa tersebut terjadi bukan di PAM JAYA. Melainkan di pihak subkontraktor yang sedang melaksanakan pekerjaan," kata Pramono.

Ia menjelaskan ketiga korban terdiri atas satu warga negara asing (WNA) asal China dan dua warga negara Indonesia (WNI). Meski insiden terjadi di pihak subkontraktor, Pramono memastikan seluruh proses penanganan terhadap para korban telah dilakukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....