Sempat Diteror, Aktivitas Belajar SDN di Kawasan Jakarta Selatan Kembali Normal

  • 14 Jul 2026 11:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • SDN Srengseng Sawah 15 di Jagakarsa, Jakarta Selatan kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar normal pada Selasa 14 Juli 2026 setelah ditutup akibat ancaman bom pada hari sebelumnya.
  • Ancaman bom diterima melalui pesan WhatsApp kepada guru dan tenaga administrasi pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru yang menyebutkan bom telah dipasang di sejumlah titik di lingkungan sekolah.
  • Tim Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya melakukan sterilisasi menyeluruh dan memastikan tidak ada bahan peledak maupun benda mencurigakan, sehingga ancaman tersebut dinyatakan sebagai hoaks.

RRI.CO.ID, Jakarta – Aktivitas belajar mengajar salah satu SDN di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, kembali berlangsung normal, Selasa 14 Juli 2026. Sehari sebelumnya, sekolah tersebut sempat menghentikan kegiatan belajar setelah menerima ancaman teror bom melalui pesan WhatsApp.

Berdasarkan pantauan RRI di lokasi, suasana sekolah sejak pagi terlihat kondusif. Para siswa berdatangan ke sekolah didampingi orang tua, kemudian mengikuti pembelajaran di kelas seperti biasa.

Di sela kegiatan belajar, sejumlah siswa terlihat kembali bermain dan bercengkerama bersama teman-temannya. Keceriaan anak-anak juga tampak saat mengikuti berbagai aktivitas di dalam maupun di luar kelas, menandakan suasana sekolah mulai kembali pulih pascakejadian sehari sebelumnya.

Di lingkungan sekolah, aktivitas guru dan tenaga kependidikan juga berjalan normal. Orang tua tampak mengantar maupun menjemput anak-anak mereka, sementara proses belajar mengajar berlangsung tanpa adanya gangguan.

Meski demikian, peristiwa ancaman bom yang terjadi pada Senin 13 Juli 2026, masih menjadi perhatian pihak sekolah. Sekolah terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan Dinas Pendidikan untuk memastikan keamanan serta memberikan rasa nyaman kepada seluruh warga sekolah.

Sebelumnya, ancaman bom diterima melalui pesan WhatsApp yang dikirim kepada salah seorang guru dan tenaga administrasi sekolah pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru. Pesan tersebut berisi ancaman adanya bom yang disebut telah dipasang di sejumlah titik di lingkungan sekolah.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak sekolah langsung memulangkan seluruh siswa sebagai langkah antisipasi. Aparat kepolisian bersama Tim Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya kemudian melakukan sterilisasi menyeluruh di area sekolah.

Hasil penyisiran tidak menemukan adanya bahan peledak maupun benda mencurigakan. Polisi memastikan ancaman tersebut merupakan informasi palsu atau hoaks, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali dilaksanakan keesokan harinya.

Sementara itu, kepolisian telah mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pengirim pesan ancaman bom tersebut. Penyidik masih mendalami motif pelaku, termasuk melakukan pemeriksaan psikologis, meski pelaku mengaku hanya berniat iseng saat mengirimkan ancaman itu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....