SR Bandung Dibangun dengan Sistem Drainase Terpadu dan Tiga Kolam Retensi
- 10 Jul 2026 10:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kawasan sekolah dilengkapi sistem drainase terpadu dan tiga kolam retensi untuk mengendalikan banjir saat curah hujan tinggi
- Sekolah memiliki lokasi strategis, dekat Gerbang Tol Soreang, serta berada di kawasan dataran tinggi dengan udara sejuk
- Progres pembangunan telah mencapai 84,8 persen dengan nilai kontrak Rp264,7 miliar
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian PU mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Barat II di Kabupaten Bandung menjelang tahun ajaran baru 2026/2027. Kawasan pendidikan tersebut dilengkapi sistem drainase terpadu dan tiga kolam retensi untuk mengendalikan banjir saat curah hujan tinggi.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan komitmen pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas. Menurutnya, fasilitas tersebut juga menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
"Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas," kata Dody dalam keterangan tertulis, Jumat, 10 Juli 2026.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Barat Tomi Hendratno mengatakan kawasan sekolah dirancang menghadapi banjir. Karena itu, Kementerian PU membangun tiga kolam retensi untuk mengendalikan aliran air di kawasan tersebut.
"Salah satu kelebihan Sekolah Rakyat Kabupaten Bandung ini, kami membangun tiga kolam retensi di area site untuk mengendalikan banjir. Ketika curah hujan cukup tinggi, sehingga air dari sistem drainase kawasan tidak meluap ke permukiman warga," ujar Tomi.
Selain memperkuat ketahanan kawasan, Tomi mengatakan lokasi Sekolah Rakyat memiliki akses yang strategis dan mudah dijangkau masyarakat. Menurutnya, kawasan tersebut juga berada di dataran tinggi dengan udara relatif sejuk, sehingga mendukung kenyamanan kegiatan belajar mengajar.
"Dari sisi aksesibilitas, lokasinya cukup dekat dengan Gerbang Tol Soreang sekitar 10 menit. Kemudian dekat dengan pusat pemerintahan Kabupaten Bandung, untuk suhunya juga relatif dingin dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar," katanya.
Kementerian PU juga mempercepat penyelesaian pembangunan melalui penambahan tenaga kerja, sistem kerja tiga shift, serta inovasi metode pekerjaan finishing. Hingga kini, progres pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bandung telah mencapai 84,8 persen dengan nilai kontrak Rp264,7 miliar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....