NTT Susun Peta Jalan Dekarbonisasi Sektor Ketenagalistrikan
- 02 Jul 2026 18:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menegaskan penyusunan peta jalan dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan menjadi langkah strategis untuk mewujudkan target Net Zero Emission (NZE) 2050
- Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan dampak perubahan iklim
- Hal itu disampaikan Melki saat menghadiri Kickoff Meeting Studi Roadmap Dekarbonisasi Sektor Ketenagalistrikan Nusa Tenggara Timur Menuju Net Zero Emission 2050
RRI.CO.ID, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menegaskan penyusunan peta jalan dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan menjadi langkah strategis untuk mewujudkan target Net Zero Emission (NZE) 2050. Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan dampak perubahan iklim.
Hal itu disampaikan Melki saat menghadiri Kickoff Meeting Studi Roadmap Dekarbonisasi Sektor Ketenagalistrikan Nusa Tenggara Timur Menuju Net Zero Emission 2050. Ini yang diselenggarakan Institute for Essential Services Reform (IESR) di Kupang, Kamis, 2 Juli 2026.
"Perubahan iklim telah menjadi tantangan global yang dampaknya semakin nyata kita rasakan, termasuk di seluruh wilayah NTT. Karena itu, pembangunan ke depan harus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan," kata Melki.
Melki mengatakan dampak perubahan iklim di NTT mulai dirasakan melalui musim kemarau yang semakin panjang, meningkatnya ancaman. Terhadap sektor pertanian, perikanan, ketahanan pangan, hingga risiko bencana hidrometeorologi.
Di sisi lain, kebutuhan energi di NTT terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, pengembangan kawasan industri, sektor pariwisata, hilirisasi sumber daya alam, serta meningkatnya kualitas hidup masyarakat. Karena itu, menurutnya, pemerintah daerah harus memastikan kebutuhan energi tersebut dipenuhi melalui sistem ketenagalistrikan yang andal sekaligus rendah emisi karbon.
"Tantangan kita adalah memastikan peningkatan kebutuhan energi tersebut dapat dipenuhi. Melalui sistem ketenagalistrikan yang andal sekaligus rendah emisi karbon," ujarnya.
Melki menambahkan, Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan visi NTT Net Zero Emission 2050 sebagai bentuk komitmen membangun daerah yang rendah karbon. Serta berketahanan terhadap perubahan iklim.
Ia berharap peta jalan dekarbonisasi mampu memuat kondisi ketenagalistrikan saat ini, proyeksi kebutuhan listrik, potensi energi baru terbarukan, berbagai skenario transisi energi. Hingga strategi implementasi yang sesuai dengan karakteristik geografis, sosial, dan ekonomi NTT.
Menurutnya, NTT memiliki potensi besar dalam pengembangan energi bersih yang bersumber dari tenaga surya, air, angin, dan panas bumi. Melki mencontohkan Pulau Sumba yang dikenal sebagai pelopor Sumba Iconic Island melalui pemanfaatan tenaga surya, mikrohidro, biomassa, dan energi angin sebagai bukti bahwa wilayah kepulauan mampu menjadi laboratorium transisi energi di Indonesia.
Ia menilai pemanfaatan sumber daya energi lokal tidak hanya meningkatkan bauran energi terbarukan dan memperluas akses listrik hingga ke pulau-pulau kecil. Tetapi juga membuka peluang investasi hijau, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah, serta memperkuat ketahanan energi.
"Harapan kita, peta jalan ini tidak hanya menjadi acuan penyusunan kebijakan sektor ketenagalistrikan, tetapi juga menjadi landasan untuk menarik investasi energi bersih, mempercepat pemanfaatan energi terbarukan, meningkatkan akses listrik yang berkualitas. Sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah menuju pembangunan yang hijau, tangguh, dan berkelanjutan," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....