Awan Minim, Upaya Modifikasi Cuaca di TPA Jatiwaringin Terhambat

  • 02 Jul 2026 09:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Potensi pertumbuhan awan di sekitar TPA Jatiwaringin masih rendah dalam beberapa hari ke depan, sehingga modifikasi cuaca belum dapat dilakukan.
  • Upaya pemadaman difokuskan pada penyiraman secara konvensional dan water bombing menggunakan helikopter, sambil terus memantau perkembangan kondisi cuaca.
  • BNPB mengerahkan dua helikopter water bombing, salah satunya berkapasitas 4.000 liter air yang direposisi dari Jambi untuk membantu memadamkan kebakaran di TPA Jatiwaringin.

RRI.CO.ID, Jakarta - Modifikasi cuaca di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Tangerang, Banten, dilaporkan terhambat dilakukan karena adanya potensi pertumbuhan awan diprakirakan masih rendah. Demikian disampaikan oleh Kepala Balai Besar BMKG Wilayah II, Hartanto.

"Sampai beberapa hari ke depan peluangnya masih kecil. Sehingga dilakukan upaya lain untuk pemadaman di lokasi," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Rabu malam, 1 Juli 2026.

Ia menjelaskan berdasarkan hasil monitoring kondisi dinamika atmosfer, potensi hujan masih rendah dalam beberapa hari ke depan. Namun, kondisi tersebut akan terus dipantau secara rutin setiap hari.

Modifikasi cuaca, kata dia, dapat dilakukan jika potensi pertumbuhan awan meningkat dan memungkinkan untuk operasi. "Alternatifnya dengan cara lain melalui penyiraman secara konvensional dan bombing dari helikopter," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana menerjunkan dua unit helikopter water bombing. Hal itu dilakukan untuk mengatasi pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin yang terjadi sejak Selasa, 30 Juni 2026.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menyampaikan adanya dua jenis helikopter dalam operasi pemadaman. Diantaranya MI-8AMT dengan registrasi RA-22834 yang di reposisi dari Provinsi Jambi.

Salah satu helikopter dikerahkan memiliki kapasitas angkut air hingga 4.000 liter. Air tersebut digunakan untuk menjatuhkan air langsung ke titik-titik api.

"BNPB saat ini diperbantukan dua unit heli water bombing yang saat ini sudah ada di Bandara Pondok Cabe. Dan yang satu lagi sebentar lagi sampai perjalanan dari Jambi," ucapnya, menyampaikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....