Pemkot Tangsel Tingkatkan Perlindungan Perenpuan dan Anak
- 30 Jun 2026 06:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat berbagai program serta layanan perlindungan perempuan dan anak
- Tujuannya untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan mendukung tumbuh kembang anak serta pemberdayaan perempuan
RRI.CO.ID, Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat berbagai program serta layanan perlindungan perempuan dan anak. Tujuannya untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan mendukung tumbuh kembang anak serta pemberdayaan perempuan.
Langkah tersebut dilakukan karena tantangan yang dihadapi perempuan dan anak semakin kompleks. Mulai dari kekerasan fisik dan psikis hingga munculnya berbagai risiko baru di ruang digital.
Untuk meningkatkan upaya pencegahan, Pemkot Tangsel mendorong edukasi, sosialisasi, pendampingan serta penguatan layanan perlindungan yang mudah diakses masyarakat. Dengan demikian, setiap kasus yang terjadi dapat ditangani secara cepat, tepat, dan menyeluruh.
“Pencegahan harus menjadi fokus utama. Semakin kuat ketahanan keluarga dan tingginya kesadaran masyarakat. Maka potensi terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan,” ujar Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, Senin 29 Juni 2026.
Benyamin juga mengimbau para korban kekerasan agar tidak takut melapor. Pemkot Tangsel telah menyiapkan hotline Tangsel Siaga 112 dan WhatsApp 0813-8020-1112 yang dapat dihubungi selama 24 jam.
Benyamin menegaskan perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif seluruh pihak. Oleh karena itu, Pemkot Tangsel mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, usaha, komunitas dan masyarakat untuk melindungi perempuan dan anak dari berbagai risiko sosial yang terus berkembang seiring perubahan zaman.
Benyamin menambahkan keberhasilan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dicapai hanya melalui program pemerintah. "Diperlukan sinergi seluruh elemen masyarakat untuk membangun lingkungan yang peduli, responsif dan berani melaporkan apabila menemukan indikasi kekerasan maupun pelanggaran hak perempuan dan anak," kata dia.
Pemkot Tangsel, kata Benyamin, akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan perempuan dan anak memperoleh haknya secara optimal. Baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, maupun kesempatan untuk berkembang.
“Ketika perempuan merasa aman dan berdaya, serta anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan terlindungi, maka kita sedang membangun fondasi yang kuat bagi masa depan Kota Tangsel. Ini adalah tanggung jawab bersama yang harus terus kita jaga dan perkuat,” ucapnya.
Selain memperkuat sistem perlindungan, Benyamin juga menekankan pentingnya literasi digital bagi anak-anak dan orangtua. Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus dibarengi dengan pemahaman yang baik agar anak-anak dapat terhindar dari berbagai ancaman di ruang digital.
“Perkembangan teknologi membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru. Karena itu, pendampingan orangtua dan edukasi digital menjadi sangat penting agar anak-anak dapat memanfaatkan teknologi secara bijak dan aman,” ujar Benyamin.
Diketahui, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangsel menggelar Sosialisasi Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal (DPA). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat peran masyarakat dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Hal itu melalui peningkatan pemahaman kesehatan mental serta kemampuan memberikan dukungan psikologis sejak dini. Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Tangsel, Irma Safitri menjelaskan kegiatan ini secara khusus menyasar kelompok perempuan yang kerap berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Dia mencontohkan seperti anggota majelis taklim dan ibu-ibu di lingkungan tempat tinggal. Menurutnya, kemampuan mengelola stres memiliki keterkaitan erat dengan upaya pencegahan kekerasan.
"Kalau sudah tahu cara me-manage stres, kita tidak akan melakukan sebuah kekerasan. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi kesehatan mental dan dukungan psikologi awal kepada ibu-ibu yang sering berkaitan dengan jemaah atau tetangganya," ujar Irma.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....