Kemendukbangga Hadirkan Daycare Tersertifikasi untuk Buruh Pabrik di Bantul

  • 26 Jun 2026 17:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemendukbangga/BKKBN menghadirkan program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) atau daycare dengan pengasuh tersertifikasi di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
  • Saat ini Kemendukbangga/BKKBN telah membina 3.366 daycare di seluruh Indonesia.
  • Wihaji mengatakan, setiap Tamasya yang berada dalam pendampingan Kemendukbangga dilengkapi tenaga medis serta layanan kesehatan anak.

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menghadirkan program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) atau daycare dengan pengasuh tersertifikasi. Guna mendukung para buruh pabrik di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program ini diharapkan memberikan layanan pengasuhan anak yang aman sekaligus membantu para orang tua tetap produktif bekerja.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, mengatakan penyediaan daycare merupakan respons atas aspirasi para buruh yang menginginkan perusahaan menyediakan fasilitas penitipan anak.

"Ada tuntutan dari buruh agar setiap korporasi atau perusahaan-perusahaan yang banyak karyawannya untuk bisa menyiapkan daycare yang kita sebut Tamasya," ujar Wihaji saat mengunjungi Taman Asuh Adiku di Bantul, Jumat 26 Juni 2026. Program tersebut merupakan bagian dari implementasi arahan Presiden untuk menjawab kebutuhan pekerja, yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap melalui koordinasi dengan berbagai kementerian dan pemangku kepentingan.

Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang diperingati pada 29 Juni 2026, Wihaji menegaskan keberadaan daycare berkualitas menjadi salah satu upaya melindungi anak. Sekaligus meningkatkan partisipasi kerja perempuan.

Ia mengungkapkan, saat ini Kemendukbangga/BKKBN telah membina 3.366 daycare di seluruh Indonesia. Setiap fasilitas diwajibkan memenuhi standar layanan agar tidak terulang kasus daycare ilegal yang sempat menjadi perhatian publik di Yogyakarta.

Selain itu, seluruh Tamasya juga diwajibkan memiliki kamera pengawas (CCTV) sehingga orang tua dapat memantau aktivitas dan perkembangan anak secara langsung selama berada di tempat penitipan. "Anak-anak ini juga berhak mendapatkan pola asuh yang baik, tetapi juga tidak menghentikan orang tuanya tetap bekerja," kata Wihaji.

Wihaji menambahkan, setiap Tamasya yang berada dalam pendampingan Kemendukbangga dilengkapi tenaga medis serta layanan kesehatan anak. Empat layanan utama yang wajib tersedia meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, pemantauan tumbuh kembang, komunikasi dengan orang tua, serta layanan rujukan apabila diperlukan.

Keempat aspek tersebut menjadi standar yang harus dipenuhi seluruh Tamasya binaan Kemendukbangga/BKKBN. Ini sebagai upaya menghadirkan layanan pengasuhan anak yang aman, berkualitas, dan mendukung kesejahteraan keluarga pekerja.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....