Kementerian PU Mulai Program P3-TGAI 2026 untuk Perkuat Irigasi Bali

  • 26 Jun 2026 08:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU memulai Program P3-TGAI 2026 di 78 lokasi yang tersebar pada enam kabupaten di Bali
  • Program dilaksanakan melalui pendekatan padat karya dengan melibatkan GP3A, P3A, dan Subak sebagai penerima bantuan
  • Penguatan jaringan irigasi diharapkan meningkatkan keandalan pasokan air, produktivitas pertanian, serta menjaga keberlanjutan sistem Subak

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai melaksanakan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) 2026 di Provinsi Bali. Program tersebut memperkuat layanan irigasi pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan sistem Subak untuk mendukung ketahanan pangan daerah.

Pelaksanaan program ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kabupaten Badung, Bali, Jumat, 19 Juni 2026. PKS ditandatangani antara Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida dengan kelompok penerima bantuan P3-TGAI 2026.

Kelompok penerima bantuan tersebut terdiri atas Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Penandatanganan juga melibatkan Subak sebagai penerima bantuan Program P3-TGAI Tahun Anggaran 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan infrastruktur irigasi menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Menurutnya, pasokan air yang andal akan meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan para petani.

"Program IBM (Infrastruktur Berbasis Masyarakat) memiliki multiplier effect yang besar. Selain menghasilkan infrastruktur, juga memberikan penghasilan langsung kepada masyarakat melalui skema padat karya, sehingga mampu menggerakkan ekonomi lokal," kata Dody dalam keterangan tertulis Kamis, 25 Juni 2026.

Pada Tahun Anggaran 2026, Program P3-TGAI dilaksanakan pada 78 lokasi yang tersebar di enam kabupaten Bali. Lokasi tersebut meliputi Gianyar sebanyak 26 titik, Bangli dan Tabanan masing-masing 17 titik.

Selanjutnya, program dilaksanakan pada sembilan lokasi di Kabupaten Klungkung serta lima lokasi di Kabupaten Jembrana. Sementara Kabupaten Karangasem memperoleh alokasi empat lokasi pelaksanaan Program P3-TGAI Tahun Anggaran 2026.

Program P3-TGAI dilaksanakan melalui pendekatan padat karya dengan melibatkan petani sebagai pelaku utama pembangunan irigasi. Pendekatan tersebut diharapkan memperkuat kapasitas kelembagaan petani dalam mengelola jaringan irigasi secara berkelanjutan.

Kegiatan program mencakup rehabilitasi, peningkatan, serta pembangunan jaringan irigasi kecil dan jaringan irigasi tersier. Infrastruktur tersebut diharapkan meningkatkan keandalan layanan air terutama saat menghadapi musim kemarau.

Di Bali, pelaksanaan program juga diselaraskan dengan sistem Subak sebagai kearifan lokal masyarakat setempat. Penguatan jaringan irigasi diharapkan menjaga keberlanjutan Subak sekaligus meningkatkan ketahanan sektor pertanian menghadapi perubahan iklim.

Melalui Program P3-TGAI 2026, Kementerian PU memperkuat kolaborasi bersama masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Pemerintah berharap sektor pertanian Bali semakin produktif dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....