Sensus Ekonomi, Warga Bekasi Tak Perlu 'Jaim' Ceritakan Kondisi Ekonominya

  • 25 Jun 2026 19:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto meminta warganya terbuka saat menceritakan kondisi ekonominya pada saat pelaksanaan Sensus Ekonomi.
  • Pihaknya juga berharap masyarakat Kota Bekasi tidak mempersulit petugas Sensus Ekonomi selama pelaksanaan sensus tersebut.

RRI.CO.ID, Kota Bekasi- Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto meminta masyarakat tidak perlu 'Jaim' (Jaga Image) menceritakan kondisi ekonominya selama pelaksanaan Sensus Ekonomi. Pasalnya keterbukaan warga terhadap kondisi ekonomi akan membantu pemerintah nantinya dalam merumuskan kebijakan terutama di sektor ekonomi.

Menurutnya, keterbukaan kondisi ekonomi pada petugas sensus dari Badan Pusat Statistik (BPS) sangat penting. Tujuannya agar pemerintah mendapatkan data yang akurat dari pelaksanaan Sensus Ekonomi.

"Saya ingatkan kita sedang ada pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dari BPS. Saya minta warga saat disensus tidak perlu jaim, ceritakan saja apa adanya tentang kondisi ekonominya," katanya, Kamis, 25 Juni 2026.

Selain itu, ia meyakinkan kepada warga Kota Bekasi agar tidak takut atau menolak saat petugas sensus BPS datang untuk melaksanakan sensus. Sebab bisa dipastikan bahwa Sensus Ekonomi benar-benar murni sebuah sensus bukan praktik penipuan.

"Sensus ini adalah semata-mata upaya untuk memetakan kondisi ekonomi yang ada di Kota Bekasi. Jadi jangan takut dan jangan ragu saat kedatangan petugas sensus dari BPS," katanya.

Pihaknya juga meminta, agar warga bisa kooperatif selama masa pelaksanaan Sensus Ekonomi dari 1 Mei-31 Agustus 2026. Sehingga jangan sampai warga justru menghalangi petugas dari BPS yang tengah melakukan sensus.

"Jangan sampai kemudian mempersulit petugas yang diberikan mandat. Ini bukan penipuan, karena ini adalah langkah untuk pemerintah menentukan kebijakan berkaitan dengan peningkatan ekonomi," katanya.

Pihaknya juga menyarankan kepada petugas sensus untuk melakukan sensus di waktu tertentu seperti malam hari atau hari libur. Mengingat pada hari kerja dan jam kerja mayoritas masyarakat Kota Bekasi tidak berada di rumah melainkan di tempat kerjanya.

"Mungkin sensus waktunya dipilih mengikuti aktivitas warga Kota Bekasi, bisa malam atau hari libur. Jadi saat petugas datang ke rumah melakukan sensus, warga benar-benar berada di rumah," ujarnya, mengakhiri pembicaraan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....