Pemkab Aceh Timur Bangun Kembali Sekolah Rusak Akibat Banjir
- 24 Jun 2026 20:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemkab Aceh Timur bersama Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas membangunan kembali sekolah yang rusak akibat banjir saat bencana hidrometeorologi melanda wilayah tersebut.
- Pemkab Aceh Timur menyambut baik dukungan berbagai lembaga kemanusiaan yang ikut membantu proses pemulihan pascabencana, terutama di bidang pendidikan.
- Prosesi peletakan batu pertama pembangunan sekolah dilakukan oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Alfarlaky, bersama perwakilan Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas di Aceh Timur, Rabu 24 Juni 2026.
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur bersama Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas memulai pembangunan kembali sekolah yang rusak. Ini akibat banjir saat bencana hidrometeorologi melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.
Prosesi peletakan batu pertama pembangunan sekolah dilakukan oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Alfarlaky, bersama perwakilan Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas di Aceh Timur, Rabu 24 Juni 2026. Dalam sambutannya, Iskandar menegaskan bahwa pembangunan sekolah tersebut memiliki makna lebih dari sekadar membangun kembali fasilitas yang rusak.
“Pembangunan sekolah ini bukan sekadar membangun gedung baru, tetapi juga menanamkan harapan baru bagi generasi masa depan Aceh Timur,” ujar Iskandar. Menurutnya, pemerintah daerah terus berkomitmen menghadirkan lingkungan pendidikan yang nyaman, aman, dan berkualitas.
Ia meyakini bahwa generasi yang tumbuh dari sekolah-sekolah yang baik akan menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan daerah di masa mendatang. Iskandar juga menekankan bahwa sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus mendapat perhatian serius dari seluruh pihak.
Karena itu, Pemkab Aceh Timur menyambut baik dukungan berbagai lembaga kemanusiaan yang ikut membantu proses pemulihan pascabencana, terutama di bidang pendidikan. Ia turut mengajak masyarakat untuk mendukung proses pembangunan hingga selesai serta memastikan tidak ada hambatan di lapangan.
“Saya juga meminta kepala dan perangkat desa mendukung penuh pembangunan ini. Tidak boleh ada pihak yang menghambat pembangunan sekolah ini karena semuanya untuk kepentingan pendidikan anak-anak kita,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas, Adi Priantyo, mengatakan Aceh menjadi provinsi pertama yang memperoleh program pembangunan sekolah pascabencana dari yayasan tersebut. “Di antara tiga provinsi terdampak bencana di Pulau Sumatera, Aceh menjadi lokasi pertama yang mendapatkan program ini," katanya.
"Setelah Aceh, kami akan melaksanakan program serupa di daerah lain yang juga terdampak bencana,” kata Adi. Ia menjelaskan pembangunan SD Negeri Teumpeun akan segera dimulai dalam waktu dekat dan ditargetkan rampung pada awal Desember 2026.
Menurut Adi, kehadiran gedung sekolah baru tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan sektor pendidikan pascabanjir. Sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi para siswa di wilayah Peureulak Barat.
“Kehadiran bangunan sekolah baru tersebut diharapkan tidak hanya memulihkan fasilitas pendidikan yang rusak akibat banjir. Tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan bagi generasi muda di wilayah Peureulak Barat,” ujarnya.
Pembangunan kembali SD Negeri Teumpeun menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana di Aceh Timur. Sekaligus bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan dalam memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi meski terdampak bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....