Karhutla di Sumsel Capai 305,4 Hektare hingga Mei 2026
- 22 Jun 2026 19:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (BPKHL) Wilayah Sumatra mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan mencapai 305,4 hektare
- Ini sepanjang periode Januari hingga Mei 2026
- Kepala BPKHL Wilayah Sumatera Ferdian Kristanto mengatakan, berdasarkan hasil analisis citra satelit, luasan karhutla tersebut tersebar di 12 kabupaten dan kota di Sumatra Selatan
RRI.CO.ID, Sumatra Selatan - Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (BPKHL) Wilayah Sumatra mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan mencapai 305,4 hektare. Ini sepanjang periode Januari hingga Mei 2026.
Kepala BPKHL Wilayah Sumatera Ferdian Kristanto mengatakan, berdasarkan hasil analisis citra satelit, luasan karhutla tersebut tersebar di 12 kabupaten dan kota di Sumatra Selatan. "Total luas karhutla di Sumsel sepanjang Januari hingga Mei 2026 berdasarkan analisis citra satelit mencapai 305,4 hektare," kata Ferdian, Senin, 22 Juni 2026.
Menurut dia, wilayah dengan luasan kebakaran terbesar berada di Kabupaten Muara Enim seluas 55,2 hektare. Disusul Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) seluas 54,5 hektare dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) seluas 53,2 hektare.
Karhutla juga tercatat terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin seluas 36,4 hektare, Ogan Ilir dan OKU Selatan masing-masing 27,5 hektare. Serta Ogan Komering Ilir (OKI) seluas 23,1 hektare.
Selain itu, Kabupaten Banyuasin mengalami karhutla seluas 9,4 hektare, Kabupaten Lahat enam hektare, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 5,9 hektare. Lalu Kota Prabumulih 4,8 hektare, dan Kabupaten OKU Timur 1,9 hektare.
Ferdian menjelaskan sebagian besar kebakaran terjadi di lahan mineral dengan luas mencapai 304,3 hektare. Sementara lahan gambut yang terbakar hanya seluas 1,1 hektare dan seluruhnya berada di Kabupaten Muara Enim.
"Hanya di Muara Enim yang terdata terjadi karhutla di lahan gambut seluas 1,1 hektare. Sisanya terjadi di lahan mineral," ujarnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi), terdapat lima daerah di Sumsel yang belum tercatat mengalami karhutla sepanjang Januari hingga Mei 2026. Yakni Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas, Kota Palembang, Kabupaten Empat Lawang, dan Kota Pagar Alam.
Ferdian menambahkan, data luas karhutla tahun 2026 masih bersifat sementara dan dapat berubah. Sesuai hasil pemantauan serta verifikasi di lapangan.
Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, luas karhutla tahun ini mengalami peningkatan. Pada Januari-Mei 2025, luas karhutla di Sumsel tercatat 43,1 hektare, sedangkan pada periode yang sama tahun 2024 mencapai 184,1 hektare.
Meski demikian, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan tahun-tahun dengan kejadian karhutla yang tinggi. Seperti tahun 2023 yang mencapai 1.046,2 hektare dan tahun 2022 sebesar 1.977,7 hektare.
Ferdian menambahkan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Manggala Agni, TNI, Polri. Serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian karhutla menjelang puncak musim kemarau 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....