PMI DKI Ajak Generasi Muda Jadikan Donor Darah sebagai Gaya Hidup

  • 21 Jun 2026 16:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PMI DKI Jakarta mengajak generasi muda untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
  • Beky menyebut, para pendonor darah sukarela merupakan pahlawan kemanusiaan
  • Donor darah bukan sekadar tindakan medis, tetapi juga bentuk nyata kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta mengajak generasi muda untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Guna meningkatkan jumlah pendonor sukarela dan menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ketua PMI DKI Jakarta, Beky Mardani, mengatakan donor darah bukan sekadar tindakan medis. Tetapi juga bentuk nyata kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan.

Hal ini disampaikan Beky saat menghadiri peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 bertema "One Drop of Humanity, Give Blood, Save Lives" di Monas, Jakarta, Minggu 21 Juni 2026. “PMI DKI Jakarta terus mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat,” ujarnya.

Menurut Beky, para pendonor darah sukarela merupakan pahlawan kemanusiaan karena setiap tetes darah yang mereka sumbangkan dapat memberikan harapan hidup bagi sesama. “Setiap tetes darah yang didonorkan menjadi bukti bahwa kepedulian dapat menyelamatkan nyawa,” katanya.

Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia 2026, PMI DKI Jakarta menggelar berbagai kegiatan. Sebanyak 1.950 pendonor darah sukarela di markas PMI provinsi dan kota se-DKI Jakarta menerima suvenir sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.

Selain itu, PMI juga mengadakan lomba video pendek untuk mempromosikan donor darah kepada masyarakat, khususnya kalangan muda. Penghargaan turut diberikan kepada sejumlah instansi dan kelompok donor darah yang berhasil menghimpun kantong darah terbanyak di wilayah masing-masing, termasuk di Kabupaten Kepulauan Seribu.

Peringatan tahun ini juga diisi dengan berbagai kegiatan edukatif, seperti bincang kesehatan mengenai manfaat donor darah, layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Serta pemeriksaan golongan darah yang didukung Akademi Bakti Kemanusiaan dan Perhimpunan Teknisi Pelayanan Darah Indonesia (PTPDI).

Beky berharap momentum Hari Donor Darah Sedunia dapat memperkuat semangat kerelawanan dan nilai-nilai kepalangmerahan di tengah masyarakat. “Melalui peringatan Hari Donor Darah Sedunia, kami berharap nilai-nilai kepalangmerahan dan semangat kerelawanan dapat terus lestari di tengah masyarakat tanpa membedakan suku, bangsa, agama, maupun ras,” ujarnya.

Acara puncak peringatan tersebut diawali dengan kegiatan jalan santai (fun walk) yang diikuti lebih dari 1.000 peserta dari berbagai unsur. Mulai dari perwakilan instansi, kelompok donor darah, hingga masyarakat umum.

Sementara itu, Ketua Umum PMI, Muhammad Jusuf Kalla, menyampaikan apresiasi kepada jutaan warga Indonesia yang secara rutin mendonorkan darahnya untuk kepentingan kemanusiaan. Menurutnya, para pendonor darah memiliki peran vital dalam menjaga ketersediaan darah nasional dan menjadi bagian penting dari gerakan kemanusiaan global.

“Kontribusi ini sangat penting dan menjadi bagian utama dalam mendukung ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Jusuf Kalla. Ia menegaskan bahwa keberadaan pendonor sukarela merupakan pilar utama dalam memastikan pasokan darah tetap tersedia bagi pasien yang membutuhkan di seluruh Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....