Ribuan Hektare Lahan Pertanian di Bekasi Terancam Kekeringan

  • 21 Jun 2026 06:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Lahan pertanian yang berpotensi mengalami kekeringan tersebar di sejumlah kecamatan seperti Sukatani, Tambelang, Sukawangi.

RRI.CO.ID, Bekasi – Sekitar 1.500 hektare sawah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terancam kekeringan saat belangsungnya musim kemarau tahun ini. Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, Sabtu 20 Juni 2026.

Menurut dia, salah satu penyebabnya adalah sedimentasi yang menumpuk di saluran sekunder (SS) Balongtua. Ditambah lagi dengan berdirinya ratusan bangunan liar di bantaran saluran, yang menyebabkan terganggunya distribusi air irigasi ke area persawahan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) akan mempercepat normalisasi saluran irigasi. Sehingga nantinya bisa menyelamatkan ribuan hektar sawah yang tersebar di wilayah kecamatan Sukatani, Tambelang, dan Sukawangi.

"Gangguan aliran air saat ini telah berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian masyarakat,” ujarnya. Bahkan, lanjut dia, sebagian lahan terancam tidak dapat ditanami apabila pasokan air terus berkurang.

Asep mengatakan kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena dapat mengancam ketahanan pangan daerah. Air yang seharusnya mengaliri area persawahan tidak dapat mengalir secara optimal akibat pendangkalan saluran dan penyempitan badan sungai.

Pemkab Bekasi bersama BBWS berencana normalisasi saluran sepanjang sekitar 4,5 kilometer. Namun, pelaksanaan pekerjaan itu terkendala keberadaan bangunan liar yang menutup akses alat berat menuju lokasi pengerukan.

Sehingga mau tidak mau, penertiban bangunan liar menjadi langkah yang tidak dapat dihindari. Sehingga gar proses normalisasi dapat berjalan efektif.

“Kalau air tidak sampai petani tidak bisa panen,” kata Asep. Bahkan, lanjut dia, ini bukan sekadar gagal panen, tetapi lahan yang berpotensi tidak bisa ditanami sama sekali.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....