Musim Kemarau, Dinas Pertanian Bekasi Antisipasi Gagal Panen akibat Kekeringan

  • 20 Jun 2026 09:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi berupaya mengantisipasi kegagalan panen akibat kekeringan dampak dari musim kemarau di Kabupaten Bekasi.
  • Antisipasi dilakukan mulai dengan melakukan pemetaan daerah atau wilayah pertanian rawan kekeringan.

RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi tengan melakukan sejumlah langkah mengantisipasi gagal panen akibat kekeringan pada musim kemarau. Salah satu langkah yang diambil yaitu dengan melakukan pemetaan daerah yang berpotensi mengalami kekeringan.

Ketua Tim Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dodo Hadi Triwardoyo, mengatakan terdapat sejumlah daerah berpotensi mengalami kekeringan. Antara lain, Kecamatan Tambelang, Sukatani, Cabangbungin, Sukawangi, dan Sukakarya.

“Sampai hari ini belum ada laporan terkait kekeringan ataupun puso di lahan sawah. Namun, kami tetap melakukan berbagai langkah antisipatif agar dampak musim kemarau dapat diminimalkan,” katanya, Jumat, 19 Juni 2026.

Selain melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi juga tengah mendata alat dan mesin pertanian (alsintan). Khususnya pompa air, juga tengah dilakukan sebagai bagian dari strategi menghadapi kemungkinan berkurangnya pasokan air irigasi.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait. Yang betujuan untuk memastikan ketersedian dan distribusi air bagi lahan pertanian.

Adapun instansi tersebut meliputi, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perum Jasa Tirta (PJT) II, Kementerian Pertanian. Serta Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bekasi, termasuk para kelompok tani.

“Koordinasi dilakukan untuk perbaikan saluran irigasi, penguatan tanggul. Serta pengaturan distribusi air agar kebutuhan petani tetap terpenuhi selama musim kemarau,” katanya.

Dinas Pertanian juga mendorong petani di daerah rawan kekeringan menggunakan varietas padi yang lebih tahan terhadap kondisi kekurangan air. Seperti Inpago 4, Inpago 5, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, Inpago 11 Agritan, Inpari 32.

Kemudian Inpari 38 Tadah Hujan Agritan. Serta varietas lokal yang memiliki karakter toleran terhadap kekeringan.

Langkah antisipatif lainnya meliputi penyesuaian jadwal tanam sesuai prakiraan iklim setempat agar tidak bertepatan dengan puncak musim kemarau. Hingga identifikasi sumber-sumber air potensial, pendataan sumur dan pompa air, hingga mobilisasi sarana pompanisasi ke wilayah yang membutuhkan.

"Dinas Pertanian juga mendorong normalisasi dan perbaikan saluran irigasi. Serta pembangunan jaringan perpipaan untuk mengalirkan air dari sumber terdekat ke lahan pertanian," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....