Pemprov Jabar Siapkan Bantuan untuk Siswa Gagal Masuk Sekolah Negeri
- 19 Jun 2026 04:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bantuan tersebut diberikan bagi siswa yang gagal lolos atau tidak tertampung di sekolah negeri.
- Jenis bantuan meliputi Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) dan bantuan biaya pendidikan.
RRI.CO.ID, Kota Bandung- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) menyiapkan bantuan pendidikan siswa sekolah swasta. Bantuan tersebut diberikan untuk memastikan siswa yang ditolak sekolah negeri bisa bersekolah di sekolah swasta.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto, mengatakan hal itu Kamis, 18 Juni 2026. "Bantuan ini sebagai bentuk dukungan agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan,” kata Purwanto.
Jenis bantuan yang disiapkan antara lain Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) atau uang pangkal sebesar Rp1,5 juta per siswa. Selain itu, biaya pendidikan bulanan sebesar Rp100 ribu per bulan atau Rp1,2 juta per tahun.
Siswa umumnya ingin bersekolah di negeri tetapi daya tampung sekokah negeri terbatas. Oleh karena itu pemerintah memberikan bantuan tersebut.
Bantuan tersebut untuk calon murid yang telah mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) namun tidak lolos. SPMB yang dimaksud adalah SPMB Sekolah Maung (Sekolah Manusia Unggul) dan SPMB lainya
"Saat ini, pemerintah masih menyusun mekanisme teknis penyaluran bantuan, " katanya. Untuk mengimplementasikan program tersebut, pihak Pemprov Jabar menjalin kerjasama dengan sekolah swasta di Jabar.
Hingga saat ini terdapat 751 sekolah swasta yang telah mendaftarkan diri mengikuti program kerja sama tersebut. Jumlah sekolah yang telah mendaftar akan melalui proses kurasi sebelum ditetapkan sebagai sekolah mitra Pemprov Jabar.
Diperkirakan jumlah itu akan bisa menyusut alias berkurang. "Kami ingin memastikan sekolah yang terlibat memiliki sarana dan prasarana yang memadai, "kata Purwanto.
Provinsi Jawa Barat memilki ribuan sekolah negeri yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di wilayah itu. Jumlah siswa yang tidak tertampung diperkirakan lebih dari 70 ribu siswa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....