Karhutla di Riau Capai 15 Ribu Hektare
- 17 Jun 2026 19:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (BPKH) Wilayah Sumatera mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai 15.318 hektare
- Hal itu disampaikan Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto
- Ia mengatakan, sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan gambut dengan luas mencapai 14.162,6 hektare
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (BPKH) Wilayah Sumatera mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai 15.318 hektare. Hal itu disampaikan Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto.
Ia mengatakan, sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan gambut dengan luas mencapai 14.162,6 hektare. Sementara lahan mineral yang terbakar tercatat seluas 1.155,4 hektare. "Data tersebut merupakan hasil analisis citra satelit yang dilakukan melalui kerja sama Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional," kata Ferdian, Rabu, 17 Juni 2026.
Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan luas karhutla terbesar, yakni mencapai 8.237 hektare. Dari jumlah tersebut, 8.017,6 hektare merupakan lahan gambut dan 219,4 hektare lahan mineral.
Sementara itu, Kabupaten Pelalawan mencatat luas kebakaran mencapai 4.538,8 hektare. Ini yang terdiri dari 4.328,4 hektare lahan gambut dan 210,3 hektare lahan mineral.
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir seluas 947,2 hektare serta Kota Dumai seluas 600,9 hektare. Di Dumai, sebagian besar area yang terbakar merupakan lahan gambut dengan luas mencapai 528,3 hektare.
Berdasarkan data historis, luas karhutla di Riau pada periode Januari–Mei 2026 meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat seluas 751,1 hektare. Bahkan, angka tersebut menjadi yang terbesar sejak 2019, meski masih berada di bawah catatan karhutla tahun 2019 yang mencapai 27.724 hektare pada periode yang sama.
Ferdian mengatakan Manggala Agni bersama seluruh unsur Satuan Tugas Karhutla terus meningkatkan kesiapsiagaan di lapangan melalui patroli darat dan udara, pemadaman dini. Serta pembuatan sekat bakar guna mencegah meluasnya kebakaran.
"Upaya pencegahan terus dilakukan melalui patroli rutin, deteksi dini titik panas. Serta sosialisasi kepada masyarakat di desa-desa rawan karhutla," ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas. Terutama pada kawasan gambut yang rentan terbakar saat musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....