Progres Sekolah Rakyat Sukoharjo Lampaui 82,46 Persen, Siap Sambut Siswa Juli 2026
- 16 Jun 2026 07:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah memprioritaskan penyelesaian gedung utama agar kegiatan belajar dapat dimulai pada tahun ajaran baru
- Sekolah Rakyat menjadi program pendidikan gratis berasrama untuk mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem
- Progres pembangunan Sekolah Rakyat 2 Sukoharjo mencapai 82,46 persen dan ditargetkan fungsional Juli 2026
RRI.CO.ID, Jakarta - Progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) 2 Kabupaten Sukoharjo telah mencapai 82,46 persen per Minggu, 14 Juni 2026. Pemerintah optimistis fasilitas pendidikan tersebut dapat difungsikan pada Juli 2026 untuk mendukung tahun ajaran baru.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan proyek Sekolah Rakyat Sukoharjo kini telah masuk kategori sesuai target perencanaan. Menurutnya, capaian tersebut diraih meski sebelumnya sempat menghadapi kendala akses jalan untuk distribusi material.
Dody menjelaskan tantangan tersebut umum terjadi pada pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Karena itu, penyedia jasa perlu melakukan berbagai upaya untuk memastikan distribusi material tetap berjalan.
"Hampir di semua tempat yang menggunakan akses publik selalu menemui kendala serupa. Jalan desa atau kabupaten biasanya bukan jalan yang layak dilewati alat berat, jadi para kontraktor memang harus mengeluarkan upaya ekstra," kata Dody dalam keterangan tertulis, Senin, 15 Juni 2026.
Secara nasional, progres pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah telah mencapai rata-rata 78 persen. Pemerintah kini memfokuskan penyelesaian gedung utama agar dapat digunakan pada pertengahan Juli 2026.
"Kita tetap optimistis, minimum gedung SD, SMP, dan SMA bisa kita selesaikan dulu. Agar adik-adik bisa masuk ke sekolah yang baru di tahun ajaran baru pada Juli nanti," ujarnya.
Menurut Dody, target utama saat ini adalah memastikan bangunan dapat berfungsi terlebih dahulu. Penyempurnaan fasilitas yang belum selesai akan dilakukan secara bertahap setelah operasional dimulai.
Ia menegaskan program ini menjadi salah satu strategi pemerintah memutus kemiskinan ekstrem melalui pendidikan. Program tersebut menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera di berbagai daerah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Sekolah Rakyat ini juga menerapkan sistem sekolah berasrama dengan seluruh kebutuhan belajar ditanggung pemerintah. Adapun fasilitas yang disediakan meliputi asrama, seragam, alat tulis, hingga laptop untuk peserta didik.
"Sesuai arahan Pak Presiden, cara paling gampang memutus kemiskinan ekstrem adalah dengan menyekolahkan putra-putri mereka. Bapak ibunya mungkin petani atau buruh, tapi anak-anaknya bisa jadi sarjana dan sukses, ini semuanya gratis," kata Dody.
Sementara itu, Project Manager Sekolah Rakyat 2 Kabupaten Sukoharjo Mochammad Safirul Kamil mengatakan progres fisik pembangunan telah mencapai 82,46 persen. Pihaknya menargetkan seluruh pekerjaan utama selesai sebelum akhir Juni 2026.
"Kami masih optimistis sampai dengan tanggal 20 Juni bisa selesai. Dan fungsional pada tanggal 1 Juli agar adik-adik kita bisa segera melakukan kegiatan belajar mengajar di sini," kata Safirul.
Untuk mengejar target tersebut, sebanyak 800 pekerja dikerahkan ke lokasi proyek. Mereka terdiri dari 300 tenaga kerja lokal dan 500 pekerja nonlokal yang bekerja bergantian dalam tiga sif setiap hari.
Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera. Program tersebut dirancang menggunakan sistem sekolah berasrama yang dapat diakses secara gratis oleh peserta didik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....