Antisipasi Kekeringan, Pemprov Jabar Data Daerah Rawan Kekeringan

  • 09 Jun 2026 23:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemprov Jabar mulai bersiap mengantisipasi potensi kekeringan di wilayahnya menjelang musim kemarau.
  • Adanya potensi kekeringan dikarenakan akibat kemarau yang diprediksi akan berlangsung lama akibat El Nino Ekstrem.

RRI.CO.ID, Kota Bandung- Pemprov Jawa Barat (Jabar) mulai melakukan antisipasi kekeringan di wilayah Jawa Barat menjelang musim kemarau panjang. Berbagai cara dilakukan salah satunya dengan melakukan pendataan sejumlah daerah atau wilayah yang rawan kekeringan.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan setelah pendataan selesai Pemprov Jabar selanjutnya melakukan mobilisasi air. Yakni dari sumber air menggunakan mobil tangki ke daerah rawan kekeringan.

Selain itu, Pemprov juga akan melakukan percepatan pembangunan jaringan air bersih. Serta membangun penampungan air di daerah rawan kekeringan.

"Kita harus antisipasi dampak kemarau panjang ini. Mulai dari kekeringan bahkan kebakaran," katanya, melalui keterangannya, Selasa, 9 Juni 2026.

Menurut Dedi, musim kemarau diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus dan September. Serta akan terjadi cukup panjang mengingat dampak El Nino ekstrem atau El Nino Godzilla.

Oleh karena itu, ia juga meminta kepada Bupati dan Wali Kota se-Jawa Barat untuk memberikan data wilayah rawan kekeringan di daerah masing-masing. Sehingga mitigasi terhadap bencana kekeringan bisa berjalan optimal.

"Informasi dari BMKG, puncak kemarau di Jabar akan terjadi Agustus dan September. Saya meminta masukan dan informasi dari bupati walikota, memetakan penanganan masalah," ujarnya, mengakhiri pembicaraan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....