Tren Aktivitas Gunung Slamet Stabil, Masyarakat Tetap Diminta Waspada
- 04 Jun 2026 18:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan kondisi suhu solfatara di kawah Gunung Slamet relatif stabil
- Ini berdasarkan hasil pemantauan menggunakan teknologi pesawat nirawak (drone) termal
- Hasil pengukuran tersebut menjadi salah satu dasar evaluasi Badan Geologi dalam menyesuaikan rekomendasi radius aman bagi masyarakat dan pendaki
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan kondisi suhu solfatara di kawah Gunung Slamet relatif stabil. Ini berdasarkan hasil pemantauan menggunakan teknologi pesawat nirawak (drone) termal.
Hasil pengukuran tersebut menjadi salah satu dasar evaluasi Badan Geologi dalam menyesuaikan rekomendasi radius aman bagi masyarakat dan pendaki. Khususnya di sekitar kawasan gunung api tertinggi di Jawa Tengah tersebut.
"Berdasarkan hasil beberapa kali pengukuran menggunakan drone termal. Suhu solfatara kawah berfluktuasi antara 407,2 derajat Celsius hingga 478,7 derajat Celsius tanpa menunjukkan tren peningkatan yang signifikan," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, Kamis, 4 Juni 2026.
Lana menjelaskan data pemantauan selama periode 4 April hingga 3 Juni 2026 menunjukkan tidak terdapat eskalasi aktivitas vulkanik yang berkelanjutan. Ini pada sistem kawah Gunung Slamet.
Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan situasi pada awal April lalu ketika citra termal sempat merekam perluasan anomali panas. Di mana membentuk pola melingkar di sekitar dinding kawah akibat meningkatnya aktivitas pelepasan gas atau degassing.
Meski suhu solfatara masih tergolong tinggi, tren fluktuasi yang relatif stabil membuat Badan Geologi memutuskan memperkecil radius rekomendasi aman dari sebelumnya tiga kilometer menjadi dua kilometer dari pusat kawah. Namun demikian, status aktivitas Gunung Slamet masih berada pada Level II atau Waspada karena sejumlah parameter vulkanik belum sepenuhnya kembali ke kondisi dasar.
Badan Geologi mengimbau masyarakat, pendaki, dan wisatawan untuk tetap mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan. Serta tidak beraktivitas di dalam radius dua kilometer dari pusat kawah.
| Baca juga: Gempa Magnitudo 2,7 Guncang Gunungkidul DIY |
Selain itu, pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diharapkan terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kabupaten Pemalang. Guna memantau perkembangan aktivitas gunung secara berkala.
Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan aktivitas vulkanik. Termasuk dinamika suhu kawah dan pasokan energi dari dalam bumi yang berpotensi memengaruhi kondisi Gunung Slamet ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....