Sejumlah Calon Pengantin Laporkan Dugaan Masalah 'Wedding Organizer'

  • 08 Jun 2026 16:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dugaan penipuan yang melibatkan penyelenggara jasa pernikahan Darmawangsa Wedding Organizer (WO) berinisial SCR mencuat
  • Ini setelah sejumlah calon pengantin mengaku mengalami kerugian akibat layanan yang tidak berjalan sesuai perjanjian
  • Berdasarkan keterangan para korban, jumlah pihak yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 140 orang dengan nilai kerugian yang disebut mencapai sekitar Rp2,4 miliar

RRI.CO.ID, Bandung - Dugaan penipuan yang melibatkan penyelenggara jasa pernikahan Darmawangsa Wedding Organizer (WO) berinisial SCR mencuat. Ini setelah sejumlah calon pengantin mengaku mengalami kerugian akibat layanan yang tidak berjalan sesuai perjanjian.

Berdasarkan keterangan para korban, jumlah pihak yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 140 orang dengan nilai kerugian yang disebut mencapai sekitar Rp2,4 miliar. "Sudah terjadi adanya permasalahan terkait pelaksanaan pernikahan yang terancam tidak terlaksana karena sejumlah vendor yang dijanjikan belum menerima pembayaran dari pihak WO," kata salah satu calon pengantin, Sunsun Nugraha Sidik, Senin, 8 Juni 2026.

Sunsun mengatakan dirinya telah menggunakan jasa penyelenggara tersebut untuk pernikahan yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni 2026. Ia mengaku tertarik menggunakan layanan tersebut karena menawarkan paket pernikahan dengan harga yang dinilai lebih terjangkau dibandingkan penyedia jasa lainnya.

Menurutnya, dana sekitar Rp70 juta telah ditransfer kepada pihak penyelenggara. Sebagai bagian dari pembayaran paket pernikahan yang dipilih.

Ia menuturkan hingga saat ini komunikasi dengan pihak wedding organizer cukup sulit dilakukan. Meski demikian, para korban masih membuka peluang penyelesaian secara musyawarah apabila pihak penyelenggara bersedia memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban.

Sunsun juga menyebut sejumlah korban telah mendatangi Polda Jawa Barat untuk berkonsultasi terkait langkah hukum yang akan ditempuh. Proses pelaporan, kata dia, masih menunggu kelengkapan dokumen pendukung.

Keluhan serupa disampaikan calon pengantin lainnya, Bisri. Ia mengaku komunikasi dan pembahasan teknis terkait persiapan pernikahannya yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 berjalan sangat terbatas.

"Pertemuan terkait konsep pernikahan baru dilakukan satu kali pada awal tahun. Setelah itu belum ada pembahasan lanjutan yang signifikan," ujarnya.

Menurut Bisri, berbagai keluhan dari calon pengantin lain juga mulai bermunculan di media sosial. Terkait layanan yang diberikan oleh penyelenggara tersebut.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mempersilakan masyarakat yang merasa dirugikan untuk melaporkan. Terkait peristiwa yang dialaminya kepada kepolisian.

Ia memastikan setiap laporan yang diterima akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan dan prosedur hukum yang berlaku. Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Darmawangsa Wedding Organizer terkait berbagai keluhan yang disampaikan para calon pengantin tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....