Usai Gempa Besar, Sulawesi Utara Kembali Diguncang Gempa M5,8

  • 08 Jun 2026 13:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Sulawesi Utara kembali diguncang gempa bumi pada Senin (8/6/2026) siang. Gempa tersebut merupakan bagian dari rangkaian aktivitas seismik yang terjadi di wilayah tersebut sejak pagi hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan magnitudo 5,8 terjadi pada pukul 11.46.48 WIB. Gempa berpusat di laut, sekitar 127 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Pusat gempa berada pada koordinat 4,74 Lintang Utara dan 125,30 Bujur Timur. BMKG menyebut gempa terjadi pada kedalaman 29 kilometer.

Sebelumnya, Sulawesi Utara juga diguncang dua gempa bumi dalam rentang waktu yang berdekatan. Kedua gempa tersebut terjadi pada Senin (8/6/2026) sebelum gempa magnitudo 5,8.

Berdasarkan data BMKG, gempa pertama berkekuatan magnitudo 3,8 terjadi pada pukul 11.07.54 WIB. Pusat gempa berada 165 kilometer barat laut Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, dengan kedalaman 112 kilometer.

Sekitar 10 menit kemudian, gempa kedua berkekuatan magnitudo 4,0 kembali terjadi pada pukul 11.17.58 WIB. Episenter gempa berada 200 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dengan kedalaman 10 kilometer.

Sementara itu, BMKG melalui sistem InaTEWS turut menyampaikan pemutakhiran informasi terkait gempa bermagnitudo 7,7 yang sebelumnya memicu peringatan dini tsunami. Hasil pemantauan menunjukkan adanya kenaikan muka air laut di sejumlah titik pengamatan.

Kenaikan muka air laut tercatat setinggi 0,30 meter di Tahuna dan 0,45 meter di Paleleh. Selain itu, kenaikan juga terpantau di Tanjung Sidupa setinggi 0,32 meter dan Talengen mencapai 0,75 meter.

BMKG menegaskan peringatan dini tsunami akibat gempa tersebut telah resmi berakhir. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi terkait kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan mengenai kerusakan signifikan maupun korban akibat rangkaian gempa yang terjadi. Otoritas terkait terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi di wilayah terdampak tetap aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....