BMKG: Ketinggian Tsunami Tertinggi Mencapai 75 Sentimeter Pascagempa Filipina
- 08 Jun 2026 11:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tsunami 75 sentimeter di Talengen menjadi yang tertinggi pascagempa Mindanao.
- Daftar wilayah yang mencatat kenaikan muka air laut akibat tsunami.
- BMKG mengakhiri peringatan dini setelah kondisi laut kembali normal.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tsunami setinggi 75 sentimeter di Talengen, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Gelombang tersebut menjadi yang tertinggi setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang Mindanao, Filipina, Senin, 8 Juni 2026.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengatakan tsunami terdeteksi di sejumlah titik pemantauan. Data tersebut diperoleh dari alat pemantau muka laut yang tersebar di wilayah terdampak.
"Tinggi gelombang yang terpantau bervariasi di sejumlah wilayah pesisir yang masuk area pemantauan BMKG. Selain Talengen, tsunami setinggi 45 sentimeter tercatat di Paleleh, Sulawesi Tengah," ucapnya saat konferensi pers di Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.
Ia menjelaskan, gelombang setinggi 32 sentimeter juga terdeteksi di Tanjung Sidupa, Sulawesi Utara. Sementara tsunami setinggi 30 sentimeter tercatat di Tahuna, Kepulauan Sangihe.
Selain itu, BMKG turut mencatat tsunami setinggi 29 sentimeter di Bitung, Sulawesi Utara. Ketinggian 18 sentimeter, kata Faisal, terpantau di Pulau Siau, Sulawesi Utara.
“Pada pukul 06.58 WIB ketinggiannya mencapai 30 sentimeter di Tahuna. Selanjutnya pada pukul 08.20 WIB ketinggiannya mencapai 75 sentimeter di Talengen,” ujarnya.
Sementara itu, di wilayah Maluku Utara, tsunami setinggi 14 sentimeter terdeteksi di Ternate. Sebelumnya, gelombang setinggi sembilan sentimeter juga tercatat di Lolonda.
Data pengamatan tersebut menjadi dasar BMKG dalam mengevaluasi perkembangan ancaman tsunami di wilayah terdampak. Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan melalui jaringan alat pemantau muka laut.
Gempa magnitudo 7,7 terjadi pada pukul 06.37 WIB di pantai selatan Mindanao, Filipina. Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tersebut berpotensi memicu tsunami di sejumlah wilayah Indonesia.
“Gempa bumi ini memiliki magnitudo 7,7 pada kedalaman 47 kilometer. Hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi ini berpotensi tsunami,” ujarnya.
BMKG kemudian melakukan observasi lanjutan terhadap kondisi muka air laut di wilayah terdampak. Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada kenaikan muka air laut yang membahayakan.
Peringatan dini tsunami akhirnya diakhiri pada pukul 10.15 WIB setelah kondisi dinyatakan aman. BMKG tetap mengimbau masyarakat mengikuti informasi resmi yang telah terverifikasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....