Pergerakan Tanah Masih Terjadi, Kementerian PU Perbaiki Huntara di Tegal

  • 07 Jun 2026 23:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU memperbaiki Huntara di Desa Padasari, Tegal, setelah pergerakan tanah kembali menyebabkan keretakan bangunan
  • Enam unit Huntara yang terdampak ditargetkan kembali layak huni dalam dua hari setelah perbaikan selesai
  • Pemerintah menekankan mitigasi risiko melalui kajian teknis kebencanaan untuk menjamin keselamatan warga terdampak

RRI.CO.ID, Tegal - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan perbaikan hunian sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Langkah tersebut dilakukan setelah ditemukan sejumlah titik tanah yang masih mengalami pergerakan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan kondisi tanah di beberapa bagian kawasan Huntara masih belum sepenuhnya stabil. Pergerakan tanah tersebut menyebabkan sejumlah bangunan mengalami keretakan dan memerlukan perbaikan.

“Tadi lihat Huntara di Tegal, masih ada masalah, di bagian ujung, tanahnya goyang lagi. Jadi masih ada beberapa tempat yang tanahnya belum stabil, sehingga bangunannya agak retak,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Minggu, 7 Juni 2026.

Menurutnya, perbaikan terus dilakukan untuk memastikan hunian tetap aman ditempati warga terdampak bencana. Kementerian PU juga menargetkan unit yang mengalami kerusakan dapat segera kembali digunakan.

Dody menyebut enam unit Huntara yang terdampak ditargetkan kembali layak huni dalam dua hari mendatang. “Saat ini masih proses PHO atau pemeliharaan,” ujarnya.

Ia menegaskan penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata. Aspek keselamatan masyarakat juga menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan penanganan.

Karena itu, setiap lokasi hunian akan melalui kajian teknis kebencanaan untuk mengurangi risiko di masa mendatang. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih aman.

Saat ini Huntara yang dibangun Kementerian PU telah menampung sekitar 456 kepala keluarga. Hunian tersebut tersebar di 38 blok dengan masing-masing terdiri atas 12 unit.

Selain tempat tinggal, kawasan Huntara juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung kebutuhan warga. Fasilitas tersebut meliputi sambungan listrik, air bersih, masjid, balai warga, pos kesehatan, hingga lapangan mini soccer.

Kementerian PU memastikan pemantauan terhadap kondisi kawasan Huntara terus dilakukan. Upaya tersebut bertujuan meminimalkan risiko akibat pergerakan tanah yang masih berpotensi terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....