Puting Beliung Rusak Huntara Aceh Utara, PU Targetkan Perbaikan Sepekan

  • 03 Jun 2026 22:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU menargetkan perbaikan huntara terdampak puting beliung di Aceh Utara selesai dalam satu minggu
  • Tim teknis telah melakukan pendataan kerusakan, pembersihan material, dan menyiapkan langkah tanggap darurat bagi warga
  • Kerusakan meliputi atap dan plafon pada sejumlah blok huntara di Kecamatan Langkahan akibat cuaca ekstrem

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani kerusakan hunian sementara (huntara) akibat puting beliung di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Perbaikan ditargetkan selesai dalam waktu satu minggu agar warga dapat kembali menempati hunian dengan aman.

Menteri PU Dody Hanggodo menginstruksikan jajaran kementeriannya segera melakukan penanganan terhadap huntara yang terdampak cuaca ekstrem. Menurutnya, keselamatan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam proses penanganan.

“Saya telah menginstruksikan jajaran Kementerian PU untuk segera melakukan perbaikan terhadap huntara yang terdampak cuaca ekstrem di Kecamatan Langkahan. Keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama, sehingga penanganan harus dilakukan secepat mungkin,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.

Sebelumnya, cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah tersebut pada Selasa, 2 Juni 2026 sekitar pukul 17.10 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah unit huntara yang sebelumnya dibangun untuk menampung masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.

Sebagai langkah tanggap darurat, Tim Teknis Satuan Kerja Prasarana Strategis Aceh bersama PT Pembangunan Perumahan (Persero) telah melakukan pendataan kerusakan. Tim juga membantu pembersihan material bangunan yang terdampak serta menyiapkan langkah penanganan darurat bagi warga.

Kementerian PU turut berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait selama proses penanganan berlangsung. Langkah tersebut dilakukan untuk menyiapkan tenda darurat apabila diperlukan sebagai tempat penampungan sementara warga.

Berdasarkan identifikasi awal, kerusakan terjadi pada sejumlah bagian bangunan huntara. Kerusakan meliputi plafon dan atap Blok A, kebocoran plafon Blok B, kerusakan ringan nok atap Blok C, serta plafon area dapur pada Blok D.

Saat ini, tim teknis masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi bangunan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh perbaikan dapat dilaksanakan secara tepat dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Sebagai informasi, huntara di Kecamatan Langkahan merupakan fasilitas yang dibangun Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis. Fasilitas tersebut berdiri di atas lahan yang disediakan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dengan luas bangunan sekitar 1.440 meter persegi.

Kompleks huntara terdiri atas lima blok bangunan dengan kapasitas sekitar 60 kepala keluarga. Setiap unit dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti dapur bersama, toilet komunal, jaringan listrik, serta sistem air bersih dan sanitasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....