Minta Warga Tak Panik, BPBD Cianjur: Gempa M 3,5 Tak Sebabkan Kerusakan
- 07 Jun 2026 18:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,5 mengguncang wilayah Cianjur pada Sabtu 6 Juni 2026 malam.
- BPBD Cianjur meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik.
- BPBD memastikan tidak ada laporan kerusakan rumah maupun bangunan yang disebabkan oleh gempa yang berpusat di Kecamatan Cilaku tersebut.
RRI.CO.ID, Jaakrta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Hal ini menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,5 yang mengguncang wilayah Cianjur pada Sabtu 6 Juni 2026 malam.
Hingga Minggu (7/6) siang, BPBD memastikan tidak ada laporan kerusakan rumah maupun bangunan yang disebabkan oleh gempa yang berpusat di Kecamatan Cilaku tersebut. Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, mengatakan pihaknya telah menerjunkan petugas dan relawan ke sejumlah wilayah terdampak untuk melakukan pendataan pascagempa.
“Sampai Minggu siang laporan yang masuk tidak ditemukan adanya kerusakan rumah atau bangunan lainnya akibat gempa magnitudo 3,5 yang terpusat di Kecamatan Cilaku. Termasuk ke wilayah selatan yang sempat merasakan getaran gempa,” kata Asep di Cianjur, Minggu 7 Juni 2026.
Ia mengakui, getaran gempa sempat dirasakan cukup kuat oleh warga di sejumlah kecamatan, antara lain Cianjur, Cugenang, Cilaku, Cibeber, Warungkondang, dan Campaka. Meski demikian, hasil pengecekan di lapangan tidak menemukan dampak kerusakan yang berarti.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa dangkal tersebut terjadi pada koordinat 6,92 Lintang Selatan dan 107,12 Bujur Timur. Atau sekitar 11 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur dengan kedalaman 7 kilometer.
Asep mengimbau masyarakat agar tetap waspada ketika merasakan gempa. Warga diminta segera mencari tempat aman saat berada di dalam bangunan atau keluar rumah untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
“Jangan panik, tetapi tetap waspada. Pastikan berada di tempat yang aman saat terjadi gempa,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah warga mengaku sempat dibuat panik oleh gempa yang terjadi pada malam hari tersebut. Selain merasakan getaran, mereka juga mendengar suara gemuruh sesaat sebelum gempa terjadi.
Warga Kecamatan Cibeber, Angga Bogem, mengatakan, saat terjadi gempa sebagian besar warga langsung berhamburan keluar rumah. Guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.
“Tidak ada kerusakan parah, namun sejumlah rumah di kampung kami mengalami retak rambut dan genteng jatuh. Sebelum gempa terdengar suara gemuruh seperti suara hujan lebat,” kata Angga.
Meski beberapa warga melaporkan adanya retakan kecil pada bangunan dan genteng yang jatuh, hingga kini BPBD memastikan tidak ada kerusakan signifikan maupun korban akibat gempa tersebut. Pemerintah daerah pun terus memantau perkembangan situasi guna memastikan kondisi tetap aman dan terkendali
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....