Dukung Operasional PSEL, Dinas Lingkungan Hidup Bekasi Optimalkan Bank Sampah

  • 05 Jun 2026 18:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • DLH Kabupaten Bekasi terus mengoptimalkan peran bank sampah di tingkat RW sebagai langkah mendukung operasional PSEL.
  • Keberadaan bank sampah sangat efektif karena bisa menekan volume sampah 15 hingga 20 persen sehingga bisa mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau PSEL.

RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terus mengoptimalkan keberadaan bank sampah di. Langkah ini dilakukan untuk mendukung operasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kabupaten Bekasi.

Kepala Tim (Katim) Bidang Pengendalian dan Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Bekasi, Nurul Fitria, keberadaan bank sampah diharapkan bisa mengurangi sampah secara signifikan. Sehingga jumlah sampah yang akan dikirim ke hilir baik PSEL atau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bisa berkurang.

"Dengan berkurangnya jumlah sampah sejak dari bank sampah, PSEL nantinya bisa lebih optimal. Oleh karena itu kami terus optimalkan keberadaan bank sampah yang ada di Kabupaten Bekasi," katanya, melalui keteranganya, Jumat, 5 Juni 2026.

Ia menyebut, tahun 2026 Pemkab Bekasi melalui DLH menargetkan 200 bank sampah baru di tingkat RW. Jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan penambahan pada tahun 2025 yang hanya 80 unit bank sampaH.

“DLH aktif turun ke lapangan memberikan pembinaan manajemen, tata cara pemilahan sampah yang bernilai ekonomis. Termasuk menanamkan semangat circular economy agar program ini mandiri dan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga,” katanya.

Nurul menambahkan bahwa jumlah bank sampah di Kabupaten Bekasi saat ini mencapai 402 unit yang tersebar di 23 kecamatan. Hanya saja tidak semuanya dalam kondisi aktif, sebagian bank sampah di antaranya yang tidak aktif.

"Namun kita terus berupaya melakukan pembinaan agar bank sampah ini bisa aktif dan berdaya. Karena secara teknis bank sampah bisa mengurangi atau mereduksi sampah sebanyak 15 hingga 20 persen," ujarnya, mengakhir pembicaraan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....