Karhutla di Savana Rinjani Berhasil Dipadamkan, BNPB Imbau Patroli Diperketat

  • 04 Jun 2026 20:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan padang savana di Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok Timur, NTB, berhasil dipadamkan.
  • Api berhasil dipadamkan berkat respons cepat tim gabungan yang bekerja di lapangan sehingga api tidak meluas.
  • BNPB mencatat kebakaran yang terjadi di kawasan dataran tinggi Lombok Timur tersebut menghanguskan lahan seluas 98,28 hektare.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan padang savana di Taman Nasional Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil dipadamkan. Api berhasil dipadamkan berkat respons cepat tim gabungan yang bekerja di lapangan sehingga api tidak meluas.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 4 Juni 2026. “Berdasarkan laporan BPBD setempat, api telah berhasil dipadamkan dan kondisi di lapangan saat ini dinyatakan kondusif,” ujar Abdul.

Operasi pemadaman melibatkan berbagai unsur. Mulai dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, hingga relawan dan masyarakat setempat.

BNPB mencatat kebakaran yang terjadi di kawasan dataran tinggi Lombok Timur tersebut menghanguskan lahan seluas 98,28 hektare. Berdasarkan data yang diterima BNPB, pusat api utama berada di kawasan wisata Savana Propok, yang merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani, sejak Rabu (3/6) malam.

Hingga kini, BNPB belum merinci penyebab pasti kebakaran maupun langkah teknis penanganan yang dilakukan selama proses pemadaman berlangsung.

Meski kondisi saat ini telah dinyatakan aman dan terkendali, BNPB tetap mengingatkan pengelola kawasan serta pemerintah daerah untuk meningkatkan patroli dan pengawasan.

Langkah tersebut dinilai penting guna mengantisipasi munculnya titik api baru akibat embusan angin kencang yang kerap terjadi selama musim kemarau. BNPB berharap kewaspadaan seluruh pihak terus ditingkatkan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan kelestarian kawasan konservasi Gunung Rinjani tetap terjaga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....