Badan Geologi Perkecil Radius Bahaya Gunung Bur Ni Telong

  • 03 Jun 2026 18:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkecil radius zona rekomendasi aman di sekitar kawah aktif Gunung Bur Ni Telong, Kabupaten Bener Meriah, Aceh
  • Ini menyusul penurunan aktivitas vulkanik dalam beberapa pekan terakhir. Telong masih ditetapkan pada Level II atau Waspada
  • Meski demikian, status aktivitas Gunung Bur Ni Telong
RRI.CO.ID, Aceh - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkecil radius zona rekomendasi aman di sekitar kawah aktif Gunung Bur Ni Telong, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Ini menyusul penurunan aktivitas vulkanik dalam beberapa pekan terakhir.

Meski demikian, status aktivitas Gunung Bur Ni Telong masih ditetapkan pada Level II atau Waspada. Serta masyarakat diminta tetap mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan oleh otoritas vulkanologi.

"Tingkat aktivitas Gunung Bur Ni Telong masih ditetapkan pada Level II atau Waspada. Namun dengan radius bahaya yang diperkecil," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria, Rabu, 3 Juni 2026.


Melalui rekomendasi terbaru yang berlaku mulai 1 Juni 2026, masyarakat maupun wisatawan dilarang mendekati area kawah aktif dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung api. Ketentuan ini lebih kecil dibandingkan rekomendasi sebelumnya yang menetapkan radius aman sejauh tiga kilometer.

Badan Geologi menjelaskan keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi aktivitas kegempaan vulkanik yang menunjukkan tren penurunan dalam kurun setengah bulan terakhir. Data pemantauan mencatat jumlah gempa vulkanik dalam menurun dari rata-rata enam kejadian per hari menjadi sekitar tiga kejadian per hari sejak pertengahan Mei 2026.

Kendati aktivitas vulkanik mengalami penurunan, Badan Geologi mengingatkan masih terdapat potensi bahaya berupa erupsi freatik. Ini yang dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului peningkatan kegempaan yang signifikan.

Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai keberadaan gas-gas vulkanik beracun di sekitar area solfatara dan fumarol yang berpotensi membahayakan keselamatan. Warga maupun pendaki diimbau tidak beraktivitas di sekitar rekahan fumarol terutama saat cuaca mendung atau hujan.


Mengingat kondisi tersebut dapat menyebabkan akumulasi gas berbahaya akibat minimnya sirkulasi udara. Badan Geologi memastikan pemantauan aktivitas Gunung Bur Ni Telong terus dilakukan secara intensif melalui Pos Pengamatan Gunung Api Bur Ni Telong di Desa Serule Kayu, Kecamatan Bukit.

"Guna mengantisipasi kemungkinan perubahan aktivitas vulkanik. Maupun potensi gempa yang dapat dirasakan masyarakat," ujarnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....