F-NasDem DKI Soroti Kebakaran Berulang di Kemayoran: Mitigasi Masih Lemah

  • 02 Jun 2026 11:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kebakaran kembali melanda kawasan padat penduduk di Pasar Jiung, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin 1 Juni 2026, malam.
  • Fraksi NasDem DPRD DKI menyebut, insiden kebakaran berulang ini menunjukkan betapa lemahnya upaya pencegahan kebakaran di wilayah padat penduduk Ibu Kota.
  • Riano meminta Pemprov DKI memperhatikan nasib warga yang terdampak dengan memastikan seluruh kebutuhannya dipenuhi, utamanya tempat pengungsian dan bantuan logistik.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kebakaran kembali melanda kawasan padat penduduk di Pasar Jiung, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin 1 Juni 2026, malam. Kebakaran besar yang menghanguskan 250 rumah itu diduga dipicu oleh korsleting listrik dari salah satu rumah warga.

Insiden kebakaran ini lantas memantik kritik dari Legislator asal Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Riano P Ahmad. Menurutnya, peristiwa berulang ini menunjukkan betapa lemahnya upaya pencegahan kebakaran di wilayah padat penduduk Ibu Kota.

Riano menyebut kebakaran yang kembali terjadi di lokasi yang sama menjadi bukti bahwa langkah mitigasi dan pencegahan belum berjalan efektif.

Sebab, sebelumnya kejadian serupa pernah terjadi di kawasan tersebut.

Namun, hingga kini belum terlihat adanya langkah preventif yang mampu menekan risiko kebakaran berulang. Riano pun mengaku miris karena akibat kebakaran tersebut sekitar 330 KK harus kehilangan tempat tinggal.

“Ini membuktikan bahwa mitigasi atau upaya pencegahan kebakaran masih lemah, harusnya dari kejadian sebelumnya sudah ada langkah preventif. Apalagi, ini terjadi di wilayah yang sama, jadi ini sungguh sangat memprihatinkan,” kata Riano kepada wartawan, Selasa 2 Juni 2026.

Anggota Komisi A DPRD DKI ini menegaskan, bahwa kawasan padat penduduk seperti Pasar Jiung seharusnya menjadi prioritas dalam program pencegahan kebakaran. Pemetaan wilayah rawan, edukasi masyarakat, hingga pengawasan instalasi listrik perlu dilakukan secara rutin mengingat korsleting listrik masih menjadi penyebab dominan kebakaran di Jakarta.

Bagi Riano, fakta bahwa penyebab kebakaran terus berulang menunjukkan adanya celah dalam upaya pencegahan. Ia menilai pemerintah tidak boleh hanya fokus pada penanganan saat kebakaran terjadi, tetapi juga harus serius membangun sistem pencegahan yang berkelanjutan.

“Kalau penyebabnya sama, artinya sebenarnya bisa dicegah. Edukasi dan mitigasi harus diperkuat, terutama di wilayah padat yang sangat rentan, kita bisa bikin zero accident,” ujar Legislator asal Dapil 1 Jakpus itu.

Ia menambahkan, kebakaran yang menghanguskan ratusan bangunan itu juga kembali memperlihatkan kerentanan permukiman padat di ibu kota. Jarak antarbangunan yang rapat membuat api dengan cepat merembet dan memperbesar kerugian yang dialami warga.

Karena itu, Riano mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera melakukan audit instalasi listrik secara menyeluruh di kawasan-kawasan berisiko tinggi. Selain itu, kata dia, pengawasan terhadap bangunan yang belum memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF) juga perlu diperketat.

“Audit instalasi listrik itu sangat penting. Jangan sampai setelah kejadian baru bergerak, tapi ketika situasi sudah tenang justru tidak ada langkah lanjutan,” ucap politisi NasDem itu.

Di tengah upaya pemadaman dan penanganan dampak kebakaran, Riano juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap para korban. Ia meminta Pemprov DKI memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi, mulai dari tempat pengungsian yang layak, bantuan logistik, hingga pendampingan psikologis.

Menurutnya, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan mengalami trauma pascakebakaran. Sehingga membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah.

“Pemerintah harus hadir secara maksimal, tidak hanya dalam penanganan darurat, tetapi juga memastikan kondisi korban. Termasuk anak-anak, mendapatkan perhatian dari sisi psikologis,” kata Riano yang juga Ketum Bamus Betawi itu.

Kebakaran Pasar Jiung kali ini disebut harus menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Di tengah tingginya frekuensi kebakaran akibat korsleting listrik, tuntutan untuk memperkuat mitigasi dan pengawasan kini semakin mendesak agar peristiwa serupa tidak terus berulang di kawasan padat penduduk Jakarta.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....