Fakta Awal Penemuan Satu Keluarga Meninggal di Tenda Kemping Temanggung

  • 29 Mei 2026 15:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Polisi menemukan satu keluarga meninggal dunia dalam tenda di kawasan wisata Temanggung, dengan kondisi tubuh korban sudah kaku saat ditemukan petugas.
  • Satreskrim Polres Temanggung masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan Labfor Polda Jateng terkait dugaan keracunan dari makanan barbeque korban.
  • Kerabat menyebut keluarga korban memiliki kebiasaan berlibur bersama saat momen Iduladha dan sempat berpamitan untuk jalan-jalan ke Temanggung.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kasat Reskrim Polres Temanggung, Jawa Tengah, Iptu I Komang Mahendra Deputra menjelaskan kondisi satu keluarga yang ditemukan meninggal dalam tenda. Ia menyebut para korban ditemukan dalam keadaan tubuh sudah kaku saat petugas membuka tenda tersebut.

Mulanya, sekeluarga tersebut datang ke lokasi wisata untuk berkemah dan menginap di area kemping, Selasa, 26 Mei 2026. Keesokan harinya, petugas wisata mendatangi tenda korban untuk mengingatkan waktu checkout karena area perkemahan akan dibersihkan.

Karena tidak mendapat jawaban dari dalam tenda, petugas kemudian membuka tenda tersebut. Saat itulah keempat korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam kondisi tubuh kaku.

"Untuk dugaan pasti penyebab kematian, kami belum bisa mengonfirmasi karena saat ini proses autopsi masih berjalan. Begitu juga dengan pemeriksaan sampel makanan di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng," ujarnya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Jumat, 29 Mei 2026.

Polisi menemukan indikasi awal bahwa korban diduga mengalami keracunan. Salah satu makanan yang diperiksa yakni hidangan barbeque yang dibawa korban saat berkemah.

Hingga kini, Satreskrim Polres Temanggung telah memeriksa sedikitnya empat saksi guna mendalami penyebab pasti kejadian tersebut. "Setelah seluruh proses autopsi dan identifikasi selesai dilakukan, jenazah korban rencananya akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," ujarnya.

Salah satu kerabat korban bernama Dian mengatakan keluarga korban memang memiliki kebiasaan bepergian. Terutama pada saat berlibur ketika momen hari besar keagamaan tiba.

"Malam takbir habis buka puasa ke Temanggung. Nggak bilang ke mana, cuma mau pergi jalan-jalan," katanya.

Ia menjelaskan, keluarga Ali memang terbiasa melakukan perjalanan wisata bersama ketika momen Iduladha tiba setiap tahunnya. Bahkan, toko grosir milik keluarga biasanya ditutup sementara selama libur untuk keperluan berlibur bersama keluarga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....