Banjir Cepu Rendam Puluhan Rumah, BPBD Pastikan Tak Ada Korban
- 25 Mei 2026 06:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Puluhan rumah warga di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terendam banjir akibat luapan Sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa pada Minggu 24 Mei 2026 malam.
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
RRI.CO.ID, Semarang - Puluhan rumah warga di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terendam banjir akibat luapan Sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa pada Minggu 24 Mei 2026 malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Banjir dilaporkan terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Cepu dan daerah hulu sungai dalam durasi yang cukup lama. Peningkatan debit air sungai menyebabkan air meluap ke kawasan permukiman warga di sejumlah titik.
Tim TRC BPBD Blora, Agung Triyono, mengatakan, banjir melanda beberapa lokasi di Kecamatan Cepu akibat meluapnya dua sungai yang melintasi wilayah permukiman. “Banjir luapan menggenangi rumah warga di beberapa lokasi di Kecamatan Cepu,” kata Agung dalam keterangaannya, Minggu 24 Mei 2026.
Berdasarkan data BPBD, di Kelurahan Cepu sebanyak 35 rumah di RW 01 Lingkungan Ngareng Sawahan terdampak genangan air dengan ketinggian antara 30 hingga 60 cm.
Sementara itu, di Kelurahan Balun, lima rumah yang berada di RW 11 Gang Swadaya, Lingkungan Tukbuntung, juga terendam banjir dengan tinggi muka air mencapai 30 hingga 70 cm. Agung menjelaskan, Tim TRC BPBD Blora telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen, pendataan dampak banjir, serta membantu evakuasi warga yang terdampak.
Koordinasi dengan instansi terkait juga terus dilakukan guna mendukung penanganan di lapangan. Menurutnya, derasnya arus air dan tingginya debit sungai sempat menjadi kendala dalam proses penanganan banjir.
Namun demikian, kondisi banjir di sejumlah lokasi mulai menunjukkan perbaikan. Air dilaporkan berangsur surut dan aktivitas warga perlahan kembali normal.
“Beberapa wilayah sudah mulai surut dan berangsur normal,” ujar Agung. BPBD Kabupaten Blora terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak.
BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan. Terutama apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....