Luapan Dua Sungai Rendam Puluhan Rumah di Cepu, Blora, Jateng Minggu Malam

  • 25 Mei 2026 03:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Puluhan rumah warga di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terendam banjir akibat luapan Sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa pada Minggu 24 Mei 2026 malam.
  • Banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Cepu dan daerah hulu sungai dalam durasi yang cukup lama.
  • BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.

RRI.CO.ID, Semarang - Puluhan rumah di Cepu, Blora, Jawa Tengah, terendam banjir akibat luapan dua sungai Minggu 24 Mei 2026. Banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur Cepu dan hulu sungai Sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora melaporkan air meluap ke permukiman di sejumlah titik. Tim reaksi cepat (TRC) BPBD Blora, Agung Triyono, mengatakan banjir akibat meluapnya dua sungai di permukiman.

“Banjir menggenangi rumah di beberapa lokasi Kecamatan Cepu,” kata Agung dalam keterangaannya, Minggu 24 Mei 2026. BPBD mencatat 35 rumah terendam di Ngareng Sawahan dengan ketinggian antara 30 hingga 60 cm.

Di Kelurahan Balun, lima rumah di Tukbuntung, juga terendam banjir. Tinggi muka air mencapai 30 hingga 70 cm.

Meski merendam puluhan rumah, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Agung menjelaskan, Tim TRC BPBD Blora diterjunkan ke lokasi untuk pendataan serta membantu evakuasi warga.

Koordinasi dengan instansi terkait juga terus dilakukan guna mendukung penanganan di lapangan. Menurutnya, derasnya arus air dan tingginya debit sungai sempat menjadi kendala dalam proses penanganan banjir.

Namun demikian, kondisi banjir di sejumlah lokasi mulai menunjukkan perbaikan. Air dilaporkan berangsur surut dan aktivitas warga perlahan kembali normal.

“Beberapa wilayah sudah mulai surut dan berangsur normal,” ujar Agung. BPBD Kabupaten Blora terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak.

BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan. Terutama apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....