Jakarta Bersiap Hadapi Penutupan TPA Bantar Gebang

  • 24 Mei 2026 23:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • DKI Jakarta bersiap mengantisipasi rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir Nasional Bantar Gebang.
  • Forum kolaboratif melibatkan berbagai pihak guna merumuskan program penanganan krisis persampahan di perkotaan.
  • Sektor akademisi berkomitmen membangun kemitraan strategis demi menyukseskan program pembangunan daerah jangka panjang.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kota Jakarta bersiap menghadapi rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Nasional Bantar Gebang pada Agustus 2026. Langkah tersebut sangat krusial mengingat volume sampah harian wilayah metropolitan kini menembus angka 8.000 ton.

Isu ini dibahas mendalam lewat diskusi publik yang berlangsung di Jakarta pada Minggu, 25 Mei 2025. Forum kolaboratif tersebut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten termasuk jajaran staf khusus gubernur daerah setempat.

Tenaga Ahli Staf Khusus (Stafsus) Gubernur DKI Jakarta Fariz Gamal menekankan pentingnya konsep pembangunan berkelanjutan. Ia mengajak seluruh generasi muda perkotaan ikut aktif memikirkan solusi terbaik bagi masalah lingkungan hidup.

“Persoalan ini bukan hanya sebagai tantangan teknis pemerintah, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh warga kota,” ujarnya dalam kegiatan “Blak-Blakan Bareng Tenaga Ahli: Ngomongin Jakarta".

Koordinator Stafsus Gubernur DKI Jakarta Profesor Firdaus Ali turut mengingatkan pentingnya kesiapan matang menghadapi tantangan. Ia meminta warga proaktif menyumbang gagasan serta program konkret guna mewujudkan percepatan penanganan krisis sampah.

“Kita menjadi bagian dari sejarah tidak terlupakan dalam sejarah lima abad kota Jakarta. Jadilah kita menjadi saksi yang proaktif dan kreatif untuk Jakarta dan Indonesia,” ujar Firdaus Ali.

Tenaga Ahli Stafsus Bidang Komunikasi Sosial Reinhard Sirait menguraikan pentingnya pola komunikasi sehat dua arah. Ia menilai partisipasi aktif warga menjadi instrumen utama dalam kesuksesan pembangunan kota metropolitan modern.

“Di era digital warga memiliki akses informasi, ruang partisipasi, sekaligus kemampuan mengawasi jalannya pemerintahan secara langsung. Jakarta kota global harus dibangun lewat Citizen participation, keterlibatan komunitas, dan budaya komunikasi dua arah yang sehat,” kata Reinhard.

Pendiri organisasi Aspirasi Jakarta Budhi Haryadi menerangkan pentingnya menghidupkan kembali ruang-ruang kebudayaan di pemukiman. Ia berupaya menjangkau warga miskin kota yang selama ini kerap terlewat dari perhatian program pembangunan.

“Aspirasi Jakarta dibangun dari orang-orang muda lintas komunitas yang selama ini konsisten turun langsung menjangkau masyarakat akar rumput, khususnya warga miskin kota yang sering kali luput dari sorotan pembangunan,” kata Budhi.

Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya (ILUNI FH UAJ) Arthur Sanger menyatakan kesiapannya. Ia berkomitmen memperkuat sinergi strategis guna mendukung penuh langkah pemerintah dalam memajukan kesejahteraan seluruh masyarakat.

“Pada prinsipnya kami dari Iluni FH UAJ siap hadir dan berkolaborasi untuk memperkuat jejaring strategis, meningkatkan sinergi, dan berkontribusi untuk kemajuan Jakarta. Kami mendukung program-program penting dari pak Gubernur dan Wakil Gubernur untuk pembangunan Jakarta,” ucap Arthur.

Tenaga Ahli Stafsus Bidang Pemerintahan Hikari Ersada mengajak seluruh peserta berani membayangkan masa depan kota. Ia menilai momentum hari jadi ke depan menjadi pemicu penting pembangunan peradaban kota yang membahagiakan.

“Jakarta 500 tahun adalah tentang keberanian membayangkan kota yang lebih adil, lebih sehat, lebih berbudaya, dan lebih membahagiakan bagi semua,” ucap Hikari.

Sejumlah pejabat daerah hadir menyaksikan langsung jalannya dialog interaktif yang diikuti beragam elemen masyarakat tersebut. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta Muhammad Matsani turut mendampingi perwakilan akademisi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....