Lima Jembatan Pascabencana di Aceh Ditargetkan Rampung Juli 2026
- 23 Mei 2026 19:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menargetkan lima jembatan strategis di Aceh dapat rampung dan mulai difungsikan pada Juli 2026.
- Pemerintah berharap percepatan pembangunan jembatan permanen tersebut dapat memperkuat ketahanan infrastruktur transportasi di Aceh.
- Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 Balai Pelaksana Jalan Nasional Aceh, Isnanda, mengatakan seluruh tahapan pembangunan masih berjalan sesuai rencana kerja yang telah ditetapkan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pembangunan sejumlah jembatan permanen di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh terus menunjukkan kemajuan. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra menargetkan lima jembatan strategis di Aceh dapat rampung dan mulai difungsikan Juli 2026.
Kelima jembatan tersebut meliputi Krueng Tingkeum, Krueng Meureudu, Ulee Langa, Lawe Mengkudu I, dan Pantai Dona. Seluruh proyek tersebut merupakan bagian dari percepatan rehabilitasi infrastruktur nasional yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.
Salah satu proyek yang mencatat progres signifikan adalah pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen. Hingga 19 Mei 2026, pembangunan jembatan rangka baja permanen tersebut telah mencapai 51 persen.
| Baca juga: Enam Jembatan di Aceh Rampung Dibangun |
Kehadiran jembatan permanen itu diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung distribusi logistik. Serta memperkuat konektivitas jalur nasional wilayah barat dan timur Aceh yang sempat terganggu akibat bencana.
Saat ini, sebagian material girder baja telah tiba di lokasi proyek. Dalam waktu dekat, pekerjaan akan memasuki tahap erection atau pemasangan girder baja dari abutment satu menuju pilar satu sebagai tahapan penting penyelesaian konstruksi.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 Balai Pelaksana Jalan Nasional Aceh, Isnanda, mengatakan seluruh tahapan pembangunan masih berjalan. Hal ini sesuai rencana kerja yang telah ditetapkan.
“Progres pembangunan jembatan permanen Krueng Tingkeum saat ini terus berjalan sesuai tahapan pekerjaan. Dalam waktu dekat akan dilakukan proses erection girder baja sebagai bagian penting dari penyelesaian konstruksi jembatan,” ujar Isnanda dalam keterangan tertulis, Sabtu 23 Mei 2026.
Menurutnya, pembangunan jembatan permanen tersebut diharapkan meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan di lintas nasional Kabupaten Bireuen. Sebelumnya, akses masyarakat di kawasan itu masih mengandalkan jembatan Bailey sementara yang beberapa kali mengalami perbaikan.
“Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan nasional. Agar aktivitas masyarakat dan distribusi logistik dapat berlangsung lebih aman dan lancar,” katanya.
Selain lima jembatan yang ditargetkan selesai pada Juli 2026, sebanyak 14 jembatan permanen lainnya di Aceh juga tengah menjalani proses rehabilitasi dan ditargetkan rampung pada Desember 2026. Sejumlah jembatan yang masuk program tersebut antara lain Lumut, Teupin Mane, Krueng Beutong, Titi Merah, Jamur Mesin 7, Lenang, hingga Gampong Salah Sirong Jaya.
Pemerintah berharap percepatan pembangunan jembatan permanen tersebut dapat memperkuat ketahanan infrastruktur transportasi di Aceh. Sekaligus mendukung pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat pascabencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....