Pemerintah Bangun Jembatan di Aceh, Percepat Akses dan Aktivitas Warga

  • 24 Jan 2026 20:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Aceh - Pemerintah mempercepat pembangunan jembatan penghubung desa terpencil di Aceh untuk membuka keterisolasian. Pembangunan jembatan gantung menjadi prioritas di pedalaman, memperlancar mobilitas dan memulihkan perekonomian masyarakat.

Di Pidie, jembatan gantung dibangun di Desa Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur. Personel TNI bersama warga menggali fondasi, mengumpulkan batu, dan mendirikan tiang penyangga kedua sisi sungai.

Di Desa Emping, Kecamatan Mutiara Barat, TNI mengaduk semen, pasir, dan kerikil, material diangkut manual. Di Bireuen, jembatan gantung Ara Bungong, Kecamatan Peudada, progres pembangunan sudah mencapai sekitar 15 persen.

Pekerjaan lain berlangsung di Gantung Langit, Burlah, dan Kala Ili, dengan progres 31,2 hingga 20 persen. Desa Sekrak Kanan dan Uyam Beriring, Kecamatan Tripe Jaya, pembangunan jembatan gantung mencapai sekitar 12 persen.

Di Gampung Lempuh, Kecamatan Putri Betung, pembangunan jembatan masih tahap awal dengan progres sekitar 1 persen. Selain gantung, pemerintah membangun jembatan Armco yang lebih kokoh dan tahan bencana alam.

Di Bireuen, perakitan Jembatan Armco dilakukan di Desa Sala Sirung, Kecamatan Jeumpa, progres awal 15 persen. Jembatan Bailey juga dibangun untuk membuka akses antarwilayah, misalnya Desa Batu Sumbang ke Pante Kera.

Jembatan ini diharapkan memperlancar mobilitas warga dan mempercepat distribusi pertanian serta kebutuhan pokok. Pemerintah menegaskan pembangunan jembatan Aceh bagian dari komitmen pemerataan pembangunan nasional di pedalaman.

Jembatan diharapkan mempercepat pergerakan orang dan barang, memperkuat ketahanan wilayah, meningkatkan kualitas hidup. Sinergi pemerintah, TNI, dan masyarakat diharapkan menyelesaikan proyek tepat waktu dan beri manfaat jangka panjang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....