Dari Magrib hingga Subuh, 'Blackout' Sumatra Bikin Toko Oleh-Oleh Sepi Pengunjung
- 23 Mei 2026 09:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemadaman listrik semalaman membuat penjualan toko oleh-oleh di Banda Aceh mengalami penurunan signifikan
- Pelaku UMKM mengaku mengalami kerugian waktu, material usaha, dan terganggunya aktivitas penjualan akibat listrik padam
- Gangguan jaringan kelistrikan Sumbagut menyebabkan pemadaman meluas di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Riau
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pemilik toko oleh-oleh di Banda Aceh Liya mengaku penjualan tokonya terdampak pemadaman listrik total (blackout) semalaman di wilayah Sumatra. Ia menyebut kondisi tokonya sepi pengunjung meskipun jalanan sekitar tetap ramai dipenuhi masyarakat pada malam pemadaman.
“Terdampak kali, apalagi bagi kami yang jualan ya, terutama bagi saya yang enggak ada gensetnya. Dampak sangat, orang ramai di jalan, tapi di toko saya enggak ada orang,” ujarnya kepada RRI.CO.ID di tokonya, Banda Aceh, Sabtu, 23 Mei 2026.
Liya mengatakan tokonya mengalami pemadaman listrik sejak waktu Magrib hingga kembali menyala ketika Subuh. Menurutnya kerugian selama pemadaman tersebut mencakup waktu berjualan, material usaha, serta berkurangnya pengunjung toko secara signifikan.
“Dari hampir Magrib lah kira-kira, Subuh tadi baru hidup. Waktu, material, semua (terdampak),” kata Liya.
Ia sendiri mengaku tetap membuka toko ketika pemadaman berlangsung, meskipun pengunjung sulit melihat kondisi ruangan toko. Liya menyebut tokonya belum memiliki genset sehingga aktivitas penjualan menjadi terganggu selama pemadaman listrik berlangsung.
Ia mengatakan pemadaman listrik sebenarnya tidak terlalu sering terjadi, tetapi terkadang berlangsung cukup lama sebelumnya. Menurut Liya, pemadaman sebelum kejadian semalam biasanya hanya berlangsung beberapa jam dan tidak terjadi semalaman.
Liya menilai pelaku UMKM paling terdampak pemadaman listrik karena banyak usaha kecil belum memiliki genset pribadi. Ia berharap pemerintah dapat mencegah pemadaman listrik kembali terjadi agar aktivitas masyarakat dan usaha berjalan normal.
“Paling terdampak, karena di sini kan jarang mati lampunya, karena kita pusat kota ya, jadi jarang mati lampunya. Jadi untuk, untuk terpikir beli genset itu, alah nanti nanti nanti, ya jadi pas mati kayak gitu,” ucapnya.
Gangguan besar pada jaringan kelistrikan Sumatra Bagian Utara atau Sumbagut terjadi Jumat malam sekitar pukul 18.44 WIB, 22 Mei 2026. Dampak gangguan tersebut menyebabkan pemadaman listrik meluas di sejumlah daerah, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Riau.
Pemadaman listrik tersebut sempat menghambat berbagai aktivitas masyarakat, terutama penggunaan jaringan internet dan penerangan rumah pada malam hari. Selain itu, kegiatan usaha masyarakat juga mengalami gangguan akibat terhentinya pasokan listrik di sejumlah wilayah terdampak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....