Pemprov Jabar Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban di Wilayahnya Sudah Mencukupi

  • 21 Mei 2026 07:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketersediaan hewan kurban dari jenis kambing, domba, sapi di Jawa Barat dipastikan mencukupi menjelang Iduladha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
  • Stok hewan kurban di Jawa Barat cenderung meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memastikan ketersediaan hewan kurban di wilayahnya sudah mencukupi menjelang Iduladha tahun ini. Baik itu berupa domba, kambing, maupun sapi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemprov Jabar, Linda Al Amin, mengatakan ketersediaan hewan kurban domba mencapai 223.812 ekor. Ini berarti lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang mencapai 187.395 ekor.

Linda menambahkan ketersedian sapi pada Iduladha 2026 ini meningkat dibandingkan pada 2025. Menurut dia, tahun ini tersedia 120.916 ekor sapi, melebihi perolehan tahun sebelumnya yaitu 99.565 ekor.

Sedangkan jumlah kambing pada tahun ini diperkirakan sebanyak 61.578 ekor, atau turun dibandingkan 63.319 ekor pada 2025. Kemudian untuk kerbau tersedia sebanyak 700 ekor, jauh meningkat dibandingkan tahun lalu yaitu 336 ekor.

“Ketersediaan hewan kurban dari domba, kambing, sapi untuk tahun ini mencukupi,” ujarnya, Rabu, 20 Mei 2026. Bahkan, lanjut dia, terjadi peningkatan pasokan karena masih adanya stok hewan kurban tahun lalu yang belum terjual.

Linda menegaskan sejak Januari 2026 pihaknya sudah mengawasi lalu lintas hewan kurban melalui aplikasi iSIKHNAS (Informasi Kesehatan Hewan Nasional). Ini mencakup pemeriksaan kelengkapan dokumen ternak seperti Surat Keterangan Kesehatan Hewan dan sertifikat veteriner (SV).

Hewan kurban juga dipastikan telah mendapat vaksin penyakit mulut dan kuku yang kerap menyerang binatang ternak. Demikian pula dengan penyakit lainnya seperti kulit berbenjol (LSD) dan cacingan.

Menurut Linda, saat ini pemeriksaan hewan kurban masih terus dilakukan di lokasi penjualan hewan kurban maupun kandang peternak. “Sehingga kami dapat melihat langsung kondisi kesehatan ternak sebelum dinyatakan layak dikonsumsi,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....