Gunung Semeru Erupsi Dua Kali Senin Sore
- 18 Mei 2026 19:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gunung Semeru mengalami erupsi pada Senin 18 Mei 2026 sore yang disertai awan panas.
- Masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi rekomendasi petugas.
RRI.CO.ID, Lumajang - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Senin 18 Mei 2026 sore yang disertai awan panas. Masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi rekomendasi petugas.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, menyampaikan erupsi terjadi pada pukul 14.38 WIB. Namun tinggi kolom abu tidak dapat diamati karena kondisi puncak gunung tertutup kabut.
“Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 3 menit 53 detik,” kata Yadi dalam laporan tertulis, Senin 18 Mei 2026. Ia menjelaskan, letusan pada sore hari tersebut disertai awan panas dengan jarak luncur yang belum dapat dipastikan karena keterbatasan visual akibat kabut tebal.
Sebelumnya, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu juga tercatat erupsi pada pukul 07.40 WIB. Erupsi pagi hari tidak teramati secara visual, namun terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 115 detik.
Saat ini Gunung Semeru masih berada pada Status Level III (Siaga). Petugas mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat.
Warga dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Sebab, wilayah ini berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak. Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berisiko terkena lontaran batu pijar.
Petugas turut mengingatkan warga untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru. Terutama di kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan.
Pihak berwenang meminta masyarakat tetap tenang namun siaga. Selain itu, mengikuti arahan dari BPBD setempat demi keselamatan bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....