Status Gunung Lewotobi Laki-Laki Naik Jadi Siaga

  • 12 Mei 2026 20:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga pada
  • Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria
  • Ia mengatakan peningkatan status dilakukan berdasarkan hasil analisis visual dan instrumental yang menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dalam beberapa hari terakhir

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga. Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria.

Ia mengatakan peningkatan status dilakukan berdasarkan hasil analisis visual dan instrumental yang menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, aktivitas gunung api pada periode 1–11 Mei 2026 didominasi gempa vulkanik dalam dengan jumlah cukup tinggi setiap harinya.

“Kondisi tersebut mengindikasikan adanya suplai magma. Atau fluida magmatik yang cukup kuat menuju sistem gunung api,” kata Lana, Selasa, 12 Mei 2026.

Selain gempa vulkanik, Badan Geologi juga mencatat aktivitas tremor non-harmonik yang relatif persisten dan menunjukkan adanya pergerakan fluida di bagian dangkal gunung api. Secara visual, aktivitas permukaan terlihat melalui kemunculan guguran dan hembusan pada beberapa hari pengamatan.

Badan Geologi juga mendeteksi adanya deformasi tubuh gunung berdasarkan data tiltmeter yang menunjukkan tren inflasi atau peningkatan tekanan di dalam tubuh gunung api. Menurut Lana, pola aktivitas tersebut memiliki kemiripan dengan fase awal peningkatan aktivitas sebelum erupsi pada tahun 2024 dan 2025.

Berdasarkan kondisi tersebut, masyarakat dan wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Warga yang berada di sekitar daerah aliran sungai berhulu di puncak gunung juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan lebat.

Wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan antara lain Nawakote, Boru, Padang Pasir, Klatanlo Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen. Selain itu, masyarakat terdampak hujan abu diimbau menggunakan masker guna melindungi saluran pernapasan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....