Kementerian PU Bangun Underpass Bitung Kurangi Kemacetan Jalur Pantura
- 12 Mei 2026 20:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pembangunan Underpass Bitung telah mencapai 27,32 persen dan ditargetkan selesai pada 2027
- Kementerian Pekerjaan Umum membangun Underpass Bitung untuk mengurangi kepadatan lalu lintas jalur Pantura Serang–Tangerang
- Proyek underpass diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik menuju kawasan industri Tangerang
RRI.CO.ID, Jakarta — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyelesaikan pembangunan Underpass Bitung di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Proyek tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas pada jalur Pantura Serang–Tangerang yang selama ini padat.
Dengan begitu, kehadiran Underpass Bitung diharapkan mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi logistik menuju kawasan industri sekitar. Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan underpass menjadi solusi jangka panjang transportasi kawasan strategis.
Menurutnya, proyek tersebut juga diharapkan meningkatkan keselamatan pengguna jalan pada ruas nasional di kawasan tersebut. “Diharapkan juga dapat memperlancar mobilitas perekonomian masyarakat yang melewati jalan nasional,” kata Menteri Dody melalui keterangan tertulis Selasa, 12 Mei 2026.
Keberadaan Underpass Bitung ini telah lama dinantikan masyarakat karena kawasan tersebut sering mengalami kepadatan kendaraan. Kepadatan lalu lintas biasanya terjadi akibat pertemuan arus kendaraan dari Serang, Jakarta, dan Curug.
Kemacetan kerap terjadi saat jam sibuk pagi maupun sore hari menuju akses Tol Tangerang–Merak. Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan panjang pada jalur arteri nasional kawasan Tangerang dan sekitarnya.
Area pembangunan underpass ini berada pada ruas nasional Batas Kabupaten Serang/Tangerang hingga Batas Kota Tangerang. Ruas tersebut merupakan bagian penting koridor Lintas Utara Pulau Jawa atau jalur Pantura nasional.
Jalur nasional itu memiliki peran penting mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi kendaraan logistik menuju kawasan industri. Proyek ini dibangun pada Jalan Pantura STA 0+125 hingga STA 0+475 sepanjang 350 meter.
Adapun konstruksi underpass menggunakan desain single cell dua lajur satu arah menuju wilayah Serang dari Tangerang. Penyesuaian desain dilakukan untuk menjaga keamanan utilitas strategis nasional di sekitar lokasi pembangunan.
Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi jalur pipa milik PT Pertamina Gas di sekitar underpass. Selain itu, penyesuaian desain dinilai meningkatkan efektivitas pelaksanaan konstruksi proyek underpass tersebut.
Selain pembangunan underpass, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten juga melakukan pelebaran jalan di sejumlah titik. Pelebaran dilakukan guna meningkatkan kapasitas lalu lintas dan mengurangi bottleneck kendaraan di kawasan tersebut.
Pelebaran jalan dilakukan pada sejumlah segmen menuju akses Tol Bitung dan kawasan bawah tol. Penataan arus lalu lintas tersebut diharapkan memperlancar pergerakan kendaraan pada titik perlambatan lalu lintas kawasan Bitung.
Hingga saat ini, progres pembangunan Underpass Bitung telah mencapai 27,32 persen dan ditargetkan selesai 2027. Proyek tersebut juga telah didukung berbagai dokumen teknis, termasuk Andalalin dan review Detail Engineering Design.
Pembangunan Underpass Bitung membutuhkan lahan seluas 11.257 meter persegi dengan progres pembebasan terus berjalan. Sementara itu, sisa lahan milik Pertagas di sekitar lokasi telah memperoleh izin prinsip pembangunan.
Selama proses konstruksi berlangsung, masyarakat diimbau mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas sekitar lokasi pekerjaan. Pengguna jalan juga diminta tetap mematuhi rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....